Advertisement

Datang ke Jawa pada tahun 1830 sebagai tukang kebun Gubernur Jenderal van den Bosch. Ia menjadi kurator Kebun Raya Bogor pada tahun 1831-1869. Sekalipun dilanda berbagai kesulitan keuangan dan halangan lain, Teijsmann berhasil mempertahankan dan mengembangkan kebun raya yang terletak di sekeliling istana gubernur jenderal itu. Bagi majikannya, jasa Teijsmann terasa besar sekali; apalagi masa baktinya di Kebun Raya Bogor hampir bersamaan dengan periode diberlakukannya politik tanam paksa di Indonesia.

Ketika itu, ratusan macam jenis tanaman budi daya baru didatangkan dari luar negeri untuk diper- . mbangkan pengusahaannya di Indonesia. Selain , ia juga mengadakan perjalanan ke seluruh pelosok Indonesia untuk mengumpulkan tumbuhan yang akan ditanam sebagai koleksi kebun raya. Teijsmann mem- nyai pandangan jauh, sehingga banyak melakukan kegiatan pengelolaan yang bersifat drastis, misalnya mengatur dan menata kembali susunan penempatan tanaman di kebun berdasarkan suatu sistem klasifikasi tumbuhan. Karena banyak mengubah kebun istana, bernur jenderal pernah bertanya kepadanya: “Sia- oakah sebenarnya yang berkuasa di situ.” Jawabannya sangat khas: “Saya paduka, sampai paduka berkenan memecat saya.” Namun, karena perubahan yang dilakukannya pada dasarnya baik dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, ia dapat berta-han sebagai pengelola kebun istana dan kebun raya selama hampir 40 tahun. Untuk mengenang jasanya pada Kebun Raya Bogor dan dunia ilmu pada umumnya, di dalam Kebun Raya Bogor terdapat pelataran yang disebut Taman Teijsmann. Selain itu, namanya juga diabadikan dalam marga Johannesteijsmannia.

Advertisement

Advertisement