Advertisement

MENGENAL JOHN LOCKE (1632-1704) – Termasuk filsuf Ing­gris terbesar yang pengaruh pandangannya masih te­rasa hingga kini, antara lain dalam pembagian kekuasaan dalam kehidupan bernegara. Pemikirannya antara lain mengilhami berlangsungnya Jaman Pencerahan dan Akal Budi baik di Inggris maupun Perancis, serta pernyataan kemerdekaan Amerika Se­rikat. Sebagai dokter, ia pun terkenal.

Locke dilahirkan di Wrington, Inggris. Pen­didikannya diSekolah Westminster dan Oxford. Karena peranan ayahnya, ‘ia semula mendukung pi­hak Raja dan ditunjuk ikut dalam misi diplomatik ke Brandenburg (1665). Seusai tugas ini ia lebih tertarik untuk melakukan studi bidang ilmu pengetahuan alam sekaligus juga mendalami studi mengenai prinsip da­sar moral, sosial, serta kehidupan politik. Namun se­bagian besar minatnya tercurah pada ilmu pengeta­huan eksperimental (bekerja sama dengan Robert Boyle, salah seorang pencetus ilmu kimia modern). Setelah beberapa lama menjadi dokter pribadi Lord Ashley (kelak menjadi Count of Shaftesbury) Locke menjadi penentang Raja. Banyak buah pikirannya menjadi dasar pecahnya The Glorious Revolution (1688) yang menjatuhkan Raja James II.

Advertisement

Walaupun tidak secara langsung, filsafat bernegara 5 Locke merupakan kritik atas filsafat bernegara Robert S Filmer (1588-1653). Menurut Filmer, kekuasaan raja (atau juga negara) berasal langsung dari Allah (sehingga bersifat mutlak). Menurut Locke kekuasaan J negara terbatas pada tujuan warganya yang mempercayakan kepentingannya ke tangan penguasa. Kepentingan warga negara itulah batas kekuasaan negara.

Negara dimaksudkan sebagai penjamin dan pelindung hak-hak asasi warganya. Dalam pengertian Locke, hak asasi warga negara adalah hak untuk memiliki ba­ji rang {estates), kehidupan {lives), dan kebebasan (berties). Itulah satu-satunya tujuan dan batas kewenangan sebuah negara, maka kepentingan negara | tidak lain adalah kepentingan warganya.

Sebagai pengatur jalannya pemerintahan Locke mengusulkan pembagian kekuasaan negara menjadi J tiga, yakni kekuasaan legislatif (pembuat undang-undang), eksekutif (pelaksana undang-undang atau pemerintah), dan federatif (pelaksana hubungan dengan luar negeri). Undang-undang disusun berdasarkan hukum kodrat agar mampu menampung kepentingan rakyat banyak serta menjamin kepentingan umum. Kekuasaan eksekutif dibentuk agar kekuasaan legislatif tidak menjadi terlalu kuat. Kekuasaan ini berwenang memanggil kekuasaan legislatif untuk bersidang bila undang-undang yang berlaku tidak menjamin ksejahteraan rakyat banyak. Dan jika kekuasaan ekse­kutif mengabaikan saja undang-undang yang demikian, rakyat berhak menyingkirkan dan mengganti I kekuasaan eksekutif melalui kekerasan. Paham kekuasaan Locke itu kelak disempurnakan oleh Montesquieu dalam Trias Politico.

Advertisement