Advertisement

Ahli linguistik Inggris yang mengkhususkan diri dalam teori analisis arti dan persajakan kontekstual. Sebagai pendiri Se­kolah Linguistik London dan guru yang inspiratif, ia menandaskan bahwa arti haruslah menjadi inti studi linguistik. Penandasannya itu bertolak belakang de­ngan linguistik yang mencoba menganalisis bahasa tanpa mengacu pada arti. Dari keyakinannya ini ter­lihat bahwa Firth dipengaruhi oleh Bronislaw Malinowski, antropolog Inggris kelahiran Polandia.

Setelah menyandang gelar master bidang sejarah dari Universitas Leeds (1913), Firth menyumbangkan tenaganya pada suatu lembaga yang memberikan pe­layanan pendidikan bagi orang India (1915-1928). Ka­rena tidak terikat pada lembaga itu, ia sempat juga masuk dinas ketentaraan di Afganistan, Afrika, dan India. Kemudian ia mengajar di Universitas Punjab University College, London, dll.

Advertisement

Advertisement