Advertisement

Pelopor pemberantasan penyakit kusta di Indonesia yang namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit kusta di Tangerang, Jawa Barat. J.B. Sitanala lahir di Ambon. Setelah meraih ijazah dokter pribumi (1912), ia meneruskan studi ke Universitas Leiden dan berhasil meraih dua jenis diploma, masing-masing diploma dokter yang disamakan dengan bangsa Belanda dan diploma Higiene Tropis (1925).

Kariernya dimulai dengan bekerja sebagai dokter di Pulau Papua bagian selatan (kini Irian Jaya). Seusainya tugas di sana, ia berpindah-pindah. Dari Jakarta, ia bertugas di Pulau Onrust, Selat Panjang, Bengkalis, Sibolga, Tulungagung, Kediri, Plantungan, dan Semarang. Hampir seluruh pelosok Nusantara telah dijelajahinya.

Advertisement

Dengan kemampuan yang dimilikinya, ia ditugasi Pemerintah Hindia Belanda melanjutkan studi ke Amerika Serikat (1920), suatu kesempatan yang sangat langka bagi golongan pribumi. Dua tahun kemudian ia dikirim ke Belanda, dilanjutkan ke Hamburg (1922-1923), Universitas Berlin (1924-1925), dan kemudian mengadakan perjalanan keliling ke berbagai negara, seperti Norwegia, Rumania, Inggris, Perancis, dan Belgia. Dalam setiap kunjungannya ia mempelajari penyakit kusta, jenis penyakit yang menyerang banyak korban di daerah tropis dan sangat ditakuti penduduk pada masa itu.

Sebagai seorang pegawai negeri Hindia Belanda, ia banyak berjasa dalam pemberantasan penyakit tersebut Ia dianugerahi bintang kehormatan Ridder KI.I Kouinklijke Wassaorde dari Pemerintah Belanda atas sec; 1 iasa ^an pengabdiannya (1939).

Banyak karya tulisnya yang diterbitkan, terutama yang membahas penyakit kusta serta pemberantasannya. Beberapa buah di antaranya dikarangnya sendiri, sedangkan sebagian lagi ditulis bersama rekannya, seperti dr. R. Bergman dan dr. Sardjito. Sampai saat Jepang datang ke Indonesia, ia bekerja di Jawatan pemberantasan Kusta di Semarang.

Untuk mengenang jasa-jasanya, berdasarkan SK Menteri Kesehatan (1978), namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit kusta di Tangerang, Jawa Barat. Seb -lumnya, rumah sakit itu bernama RS Sewan dan kemudian Pusat Rehabilitasi Sitanala (1962). Sebuah patung seberat 900 kilogram hasil karya empat bekas penderita penyakit kusta dipasang di depan rumah sakit tersebut.

Incoming search terms:

  • arti nama sitanala

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti nama sitanala