Advertisement

MENGENAL KARIADI (1905-1945) – Dokter laboratorium malaria di Semarang. Rumah sakit tempat ia berkarya me­nyandang namanya dan bernama Rumah Sakit Dokter Kari adi.

Setamat NIAS (sekolah dokter di Surabaya) pada tahun 1931, Kariadi langsung menjadi asisten dr Su- tomo (Pak Tom) di CBZ, Rumah Sakit Umum Sura­baya. Antara tahun 1932 dan 1942 Kariadi bekerja di Manokwari (Irian Jaya), Kroya, dan Martapura (Kali­mantan) sebagai dokter gubernemen (pemerintah). Beruntung sekali ia dapat pulang ke Jawa menjelang kedatangan pasukan Jepang. Seandainya tidak, ia mungkin sekali terbunuh seperti sejumlah kaum inte­lektual di sana.

Advertisement

Dari Kalimantan Kariadi menuju Semarang dan berkarya di bagian laboratorium. Pada bulan Oktober 1945, ketika pasukan Inggris (dengan memanfaatkan serdadu Jepang) melakukan teror di Semarang, Dok­ter Kariadi dengan penuh rasa tanggung jawab meng­adakan penelitian atas air minum di kota itu. Ketika itu tersiar kabar bahwa air minum di Semarang dira­cuni oleh Sekutu (Inggris). Dalam melaksanakan tugasnya itu ia ditembak mati oleh Jepang.

Advertisement