Advertisement

MENGENAL KELOMPOK MUSIK KOES PLUS – Yang beraliran pop, sebelumnya memakai nama Koes Bersaudara f atau Koes Bros. Ketika masih bernama Koes Bersaudara kelompok ini membuahkan banyak lagu, yang beberapa di antaranya masih digemari hingga kini. Setelah menjadi Koes Plus pun (1967) kelompok ini memiliki banyak penggemar. Pada masa jayanya setiap album baru yang dikeluarkan kelompok ini bisa dipastikan laku terjual.

Kelompok musik ini terbentuk pada tahun 1959: dan terdiri atas lima musisi keluarga Koeswoyo, yak­ni Djon (gitar bas), Tony (gitar melodi), Nomo (drum), serta Yon dan Yok (masing-masing pada gitar pengiring). Kelimanya menciptakan lagu dan juga bertindak sebagai penyanyi. Padahal, tak seorang pun j belajar musik secara formal. Semula mereka berlatih secara tak teratur di rumah mereka di Jalan Mendawai, Kebayoran Baru ketika itu. Mereka mulai terke-nal setelah tampil di beberapa hotel di Jakarta.

Advertisement

Pada sekitar tahun 1960 mereka mulai mengarang lagu sendiri dan berlatih setiap hari. Setelah cukup banyak lagu yang diciptakan, mereka melakukan rekaman di studio Irama, Jakarta, pada tahun 1961. Album rekamannya yang pertama berbentuk piringan hitam dan terdiri atas 12 judul lagu. Beberapa lagunya dalam album itu masih digemari hingga kini, antara lain, Senja, Telaga Sunyi, Bis Sekolah, Pagi yang Indah, dan lain-lain. Album pertamanya ini segera menjadi hit. Penggemar mereka terdiri atas orang tua, muda-mudi, remaja, hingga anak-anak di hampir setiap pelosok Indonesia.

Semangat kelima anggota Koes Bersaudara semakin meluap karena sambutan kalangan pendengar yang begitu besar. Mereka terpacu untuk mencipta. Namun demikian pada tahun 1965 mereka dituduh meracuni masyarakat karena membawakan lagu kebarat-baratan yang ngak-ngik-ngok. Ketika itu peme­rintahan Orde Lama sedang gencar melancarkan kam­panye semangat nasionalisme, antara lain dengan me­nolak apa pun yang berbau Barat. Koes Bersaudara dipenjarakan selama tiga bulan. Kelak pada saat Orde Baru berkuasa menggantikan Orde Lama, kelompok ini justru diajak berkampanye ke seluruh pelosok In­donesia (1972).

Pada tahun 1967 kelompok ini kehilangan seorang anggotanya, yakni Nomo, yang mengundurkan diri menyusul Djon. Dengan demikian anggotanya ketika itu tinggal tiga orang. Seorang penabuh drum harus dicari untuk menggantikan Nomo. Pilihan jatuh pada Murry karena ia dinilai mampu mengimbangi permainan ketiga anggota yang lain. Hingga tahun itu jumlah lagu ciptaan mereka mencapai 12 album yang seluruhnya dapat dengan mudah dicerna oleh seba­gian besar lapisan masyarakat. Sejak tahun itu pula nama kelompok musik ini menghilang, dan baru mun­cul kembali di tahun 1978. Pada saat Murry mulai ber­gabung, kelompok ini mengubah namanya menjadi Koes Plus. Walaupun telah berganti nama kelompok ini tetap mendapat sambutan hangat. Apalagi Pak Koeswoyo mendukung dengan menciptakan lagu un­tuk dibawakan oleh kelompok ini.

Dalam perjuangan untuk bertahan di tengah per­saingan ketat dengan semakin banyaknya jumlah ke­lompok musik beraliran pop, Koes Plus mengeluarkan seri album Nusantara, lalu juga album lagu pop dalam bahasa Jawa, bahkan kemudian dangdut. Walaupun dalam tahun 1989 kelompok ini tidak lagi sering ter­dengar, usahanya untuk merebut kembali perhatian pendengar seperti yang pernah terjadi tidak berhenti. Banyak pengamat musik menilai kemunduran kelom­pok musik ini sangat terasa sejak kematian Tony, “sang motor”, pada bulan Maret 1987.

Incoming search terms:

  • arti koesplus
  • arti lagu nusantara koes plus
  • jumlah lagu koesploes
  • mengenal lagu lagu koes plus

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti koesplus
  • arti lagu nusantara koes plus
  • jumlah lagu koesploes
  • mengenal lagu lagu koes plus