Advertisement

Adalah jajaran kepulauan yang terletak di sebelah barat pulau Sumatra. Dalam sistem pemerintahan, jajaran Kepulauan Mentawai termasuk dalam Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat. Luas kepulauan ini 8.000 kilometer persegi, terdiri atas empat pulau besar, yaitu Pulau Siberut, Sipura, Pagai Utara dan Pagai Selatan serta beberapa pulau kecil di sekitarnya.

Keadaan Alam. Iklim dan keadaan alam di Kepulauan Mentawai sama dengan wilayah Indonesia bagian barat lainnya. Curah hujan rata-rata per tahun terhitung cukup tinggi. Suhu rata-rata 26°C.

Advertisement

Hutannya sebagian besar masih merupakan hutan perawan primer dan sekunder. Kepulauan ini menjadi Proyek Perlindungan dan Pengawetan Alam. Beberapa jenis satwa khas dan dilindungi antara lain berbagai jenis kera, seperti joja (Presbytis potenziani), bilou {Hylohates klossii), Simakobu (Si mi as concolor) dan bokkoi (Macaca pagensis).

Penduduk. Kepulauan ini dihuni sekitar 44.000 jiwa, 10 persen di antaranya adalah pendatang dari tanah tepi (Sumatra, Jawa). Empat pulau besar utama menjadi pusat permukiman. Sebagian besar penduduk berdiam di beberapa kampung (laggai) di sepanjang aliran sungai yang membelah pulau. Sungai merupakan sarana transportasi yang penting dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Agama yang dianut penduduk adalah Protestan (40 persen), Islam (25 persen), Katolik (20 persen), dan agama asli setempat yang disebut Arat Sabulungan.

Penduduk asli dikenal sebagai salah satu suku terasing di Indonesia. Hingga dasawarsa 80-an, suku Mentawai masih menganut cara-cara hidup yang tradisional.

Perekonomian. Penduduk menggantungkan hidupnya dari usaha bercocok tanam secara sederhana. Hasil pertanian, yang biasanya dilaksanakan oleh kaum perempuannya, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Masakan pokok penduduk ialah sagu. Sagu, yang diperoleh dari hutan, dimasak dengan memasukkannya ke bambu dan dibakar.

Kaum lelakinya berburu dan mengambil hasil hutan untuk ditukarkan dengan tembakau ataupun kebutuhan lainnya. Hasil hutan yang penting adalah rotan. Hasil hutan ini diperdagangkan secara barter dengan pedagang dari daerah tepi.

Sejak tahun 1989, komoditi baru dari hutan Mentawai adalah gaharu dan cendana yang dipakai sebagai wewangian. Harga jual gaharu memang tinggi.

Perhubungan. Sarana perhubungan ke dan dari ke-pulauan ini tergolong sangat minim. Jalan-jalan raya belum memadai. Sarana perhubungan yang masih dipergunakan sampai kini adalah pelayaran sungai. Hubungan ke Sumatra dilaksanakan melalui pelayaran kapal laut yang frekuensinya masih jarang.

Advertisement