Advertisement

MENGENAL KERAJAAN INDRAGIRI – Sebuah kerajaan Melayu dengan wilayah pemerintahan di daerah antara Jambi dan Kampar, meliputi daerah sepanjang aliran Sungai Indragiri, Sungai Gangsal, dan Keritang. Kerajaan Indragiri didirikan pada tahun 1508 oleh Norasinga, anak Raja Meriang dari Kerajaan Keritang dengan putri Sultan Mansyursyah (1459-1477). Keritang ada­lah nama kerajaan yang sebelum keruntuhannya per­nah memerintah di daerah Indragiri. Setelah meme­rintah, Norasinga terkenal dengan nama Sultan Abdul Jalil Syah.

Selanjutnya, Kerajaan Indragiri berada di bawah pengaruh Kesultanan Malaka. Hal ini bisa dimengerti, karena Sultan Indragiri mempunyai hubungan darah dengan Sultan Malaka. Ketika Malaka jatuh dan Ke­rajaan Melayu muncul sebagai pewaris Malaka, dan Sultan Mahmud Syah I berhasil mengkonsolidasikan daerah-daerah kekuasaan Malaka, Kerajaan Indragiri menyatakan kesetiaannya kepada Kerajaan Melayu.

Advertisement

Pada tahun 1615, Kerajaan Indragiri telah meng­adakan hubungan dagang dengan Kompeni Belanda. Akan tetapi pada tahun 1622, loji dagang kompeni di Indragiri ditutup, karena adanya persaingan keras dari Portugis. Ketika Malaka-Portugis dikuasai oleh Batavia, Sultan Jamaludin Kramat Syah berusaha menghidupkan kembali perdagangannya dengan Be­landa. Kerajaan Melayu pada saat ini mempunyai hubungan baik dengan kompeni, sehingga Indragiri dibebaskan mengadakan hubungan dagang dengan kompeni. Kompeni Belanda di Batavia menerima ke­inginan Sultan Jamaludin dengan syarat Belanda memperoleh hak monopoli perdagangan lada dan mendapat kemurahan atas bea masuk-keluar barang- barang mereka. Permintaan ini diterima oleh Sultan Indragiri, sehingga terjalin kembali perdagangan an­tara Indragiri dan Batavia.

Pada masa pemerintahan Sultan Hasan Salahuddin, Sultan Indragiri yang ke-17, Minangkabau melancar­kan ekspansinya ke Indragiri. Untuk melawan serbuan Minangkabau ini, Sultan Salahuddin meminta ban­tuan Melayu. Raja Haji dikirim ke Indragiri dan ber­kat bantuan ini serbuan Minangkabau dapat dipukul mundur. Sebagai balas jasa, Kerajaan Melayu men­dapat daerah-daerah Mandah, Igal, Pelanduk, Ban- taian, Balaras, Kateman, Gaung Anak Serka, dan Rateh. Sultan Hasan Salahuddin Kramat Syah kemu­dian mengadakan pembaharuan-pembaharuan dalam kesultanan. Ia menyempurnakan undang-undang Ke­rajaan Indragiri yang dasar-dasarnya telah disusun pada masa Sultan Abdul Jalil Syah, Sultan Indragiri yang pertama. Pada tahun 1765 ibu kota kerajaan dipindahkan dari Rengat ke Jayapura. Akan tetapi, pada masa pemerintahan Sultan Ibrahim, pengganti Sultan Hasan, pusat kekuasaan dipindahkan kembali dari Jayapura ke Rengat.

Pada awal abad ke-19, muncul perpecahan di ka­langan keluarga raja. Raja Said berselisih dengan Raja Mun, dan kemudian berselisih pula dengan Raja Ju- mahat. Dalam perselisihan ini Raja Said meminta ban­tuan kompeni Belanda, sehingga perselisihan dapat di­redakan dan Raja Said berhasil menjadi sultan. Se­bagai balas jasa, pada tanggal 27 September 1838 di­tandatangani Tractaat van Vrede en Vriendschap, yang isinya pada dasarnya adalah pengakuan kekuasa­an kepada pemerintah Hindia Belanda. Kebebasan po­litik Kerajaan Indragiri sejak saat ini dibatasi.

Raja-raja Indragiri sesudahnya selalu menanda­tangani kontrak dengan Hindia Belanda. Raja Hus­sein yang naik takhta kerajaan pada tahun 1876 juga menandatangani kontrak dengan Belanda, bahkan memberikan sebidang tanah di Rengat sebagai ekstra- teritorial. Pada tahun 1878, Belanda menempatkan se­orang kontrolir di Rengat. Sejak saat ini, di pusat ke­rajaan terdapat kekuasaan pemerintah Hindia Belan­da, di samping kekuasaan sultan sendiri. Empat ta­hun kemudian, Kerajaan Indragiri dijadikan suatu afdeling tersendiri dalam Keresidenan Riau. Asisten residen ditempatkan di Indragiri. Ketika Sultan Mah- mud yang masih kecil naik takhta, asisten residen Indragiri berkedudukan sebagai wali sultan sampai masa 10 tahun kemudian. Pada tahun 1912, Sultan Mahmud diminta menandatangani Korte Verklaring, yang menyatakan bahwa Kerajaan Indragiri jatuh se­penuhnya ke dalam kekuasaan Hindia Belanda.

Incoming search terms:

  • masa kejayaan kerajaan indragiri
  • kerajaan indragiri
  • keruntuhan kerajaan indragiri
  • sejarah kerajaan indragiri
  • tractaet van vrede vriendschap
  • runtuhnya kerajaan indragiri
  • kehidupan politik kerajaan indragiri
  • kejayaan kerajaan indragiri
  • kesultanan indragiri
  • hubungan kerajaan indragiri dengan portugis

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • masa kejayaan kerajaan indragiri
  • kerajaan indragiri
  • keruntuhan kerajaan indragiri
  • sejarah kerajaan indragiri
  • tractaet van vrede vriendschap
  • runtuhnya kerajaan indragiri
  • kehidupan politik kerajaan indragiri
  • kejayaan kerajaan indragiri
  • kesultanan indragiri
  • hubungan kerajaan indragiri dengan portugis