Advertisement

KESIAPAN BANGSA JEPANG DALAM MEMBANGUN
Menurut para ahli (seperti misalnya K. Okhawa dan Rosovsky dalam buku Javanese Economic Growth : Trend Accelrelation in The Twentieth Century, Standfort University Perss, 1977), pada waktu pemimpin Meiji mulai dengan membangun dalam tahun 1868, rakyat Jepang secara mental sudah jauh lebih siap untuk membangun jika dibandingkan dengan kita. Kita mulai membangun hampir tepat seratus tahun kemudian, tepatnya tahun 1969.
Mungkin jumlah sarjana yang bermutu, terutama dalam bidang teknologi yang mendapat pendidikan di universitas-universitas di Eropa waktu itu tidak jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah sarjana kita yang serupa dalam tahun 1969; tetapi yang jelas adalah bahwa rakyat Jepang dalam tahun 1868, bukan suatu masyarakat yang masih 70% buta huruf seperti rakyat kita.
Dengan memakai adat lama dan agama Shinto, serta kepercayaan terhadap tokoh kaisar keturunan Dewa yang keramat sebagai alat untuk mempertebal motivasinya untuk berbakti, loyalitas terhadap negara, serta disiplin terhadap pimpinan, para pemimpin Meiji berhasil menimbulkan suatu suasana membangun yang penuh semangat. Bangsa Jepang pada waktu itu merupakan suatu bangsa yang pada dasarnya sudah biasa untuk hidup sedehana dan hemat.

Advertisement
Advertisement