Advertisement

Nama kecilnya Bendara Raden Mas Kudiarmaji, adalah pendiri aliran “Ilmu Begja” atau “Kawruh Begja” (Ilmu Kebahagiaan). Ia adalah putra ke-55 dari 79 putra-putri Sultan Hamengku Buwono VII.

Kudiarmaji lahir di Yogyakarta. Ia menyelesaikan pendidikan Sekolah Rendah di kota kelahirannya. Pelajaran mengaji diperolehnya dari Kiai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Sebagaimana lazimnya, setelah memasuki masa dewasa, ia mendapat anugerah nama dan gelar dari ayahandanya, yaitu Bendara Pangeran Harya Suryomentaram.

Advertisement

Sejak muda ia sering merenung, berpikir, dan bertafakur. Hatinya selalu gelisah melihat alam sekeliling. Karena jenuh dengan segala tata kehidupan keraton, ia meninggalkan istana dan menjalani kehidupan sebagai rakyat jelata di Cilacap. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia menjadi pedagang dan pekerja kasar.

Setelah ayahnya meninggal dunia dan salah seorang kakaknya dinobatkan menjadi Hamengku Buwono VIII, ia mengundurkan diri sebagai pangeran dan hidup seperti rakaat biasa di desa Beringin, Salatiga, Jawa Tengah. Sejak itu dia lebih dikenal dengan nama Ki Gede Suryomentaram atau Ki Gede Beringin.

Di Yogyakarta ia mengadakan sarasehan secara rutin dengan sejumlahv tokoh yang sepemikiran dengannya.

Advertisement