Advertisement

MENGENAL KOMPLEKS CANDI PADANG LAWAS – Terletak di desa Portibi dekat kota Gunung Tua, Padang Lawas, sekitar 78 kilometer dari Padang Sidempuan, Tapanu­li Selatan. Peninggalan kerajaan Hindu Panai (sekitar abad ke-11) ini berjarak 518 kilometer dari Medan dan dapat dicapai dengan bermobil.

Kompleks candi ini terdiri atas Biar o sebagai candi induk yang letaknya berjauhan dengan bangunan can­di lainnya. Candi induk ini oleh masyarakat Tapanuli Selatan disebut Bahal, yang kemudian lebih dikenal dengan sebuah Biaro Bahal. Dalam lokasi ini terdapat sisa-sisa peninggalan biara Budha dan sebuah arca Lokanantha dengan sebuah tara. Tulisan dalam baha­sa Batak pada tara itu menunjukkan bahwa arca terse­but dibuat oleh Juru Pandai Surya pada tahun 1042.

Advertisement

Di kompleks ini secara keseluruhan terdapat 17 Ba­hal yang sebagian besar tinggal fondasinya saja. Tiga di antaranya adalah Biaro Bahal (I, II, dan III) yang tampak memiliki kemiripan dan berdiri pada satu ga­ris lurus. Semua candi di Kompleks Candi Padang La­was ini tampak kokoh, indah, dan unik. Sayang hing­ga kini hanya sedikit latar belakang sejarahnya yang terungkap. Tak diketahui waktu pembuatan, pembuat, dan dengan tujuan apa kompleks candi ini dibuat.

Biaro Bahal I merupakan candi terbesar dalam kompleks ini. Bangunannya berwarna merah keku­ningan dan berketinggian mencapai 15 meter. Bahan­nya batu bata. Pintu masuknya terletak di sebelah ti­mur. Dinding bagian depannya hingga lantai pertama penuh dengan motif yang menggambarkan manusia dalam berbagai sikap. Motif tersebut tampaknya di­buat setelah batu-batu pembentuk dindingnya tersu­sun. Tebal setiap batu sekitar lima sentimeter dengan ukuran panjang serta lebar seragam. Teknik pelekatan antara batu-batu itu rapi. Di depan tangga masuknya berdiri arca Dwarapala (sebagai penjaga) serta hiasan Makara. Seputar bagian kakinya terdiri atas papan berukirkan tokoh Yaksa berkepala hewan sedang me­nari-nari; juga ukiran singa yang sedang duduk. Yang tergambar dalam ukiran itu mirip dengan upacara kea­gamaan yang berlaku di Tibet. Berbagai peninggalan tulisan dengan jelas menyebutkan kebiasaan dalam Budha Tantrayana, dan bahwa pembangunan candi ini berlangsung dalam abad ke-12.

Biaro Bahal II mempunyai arca Heruka, yakni arca demonis yang mewujudkan tokoh Pantheon agama Budha Mahayana, Tantrayana atau Vajrayana. Heru­ka itu digambarkan berdiri di atas jenazah dalam sikap menari-nari, dan tangan kanannya memegang tong­kat. Sementara itu Biaro Bahal III memiliki ukiran bermotifkan daun.

Ada berbagai pendapat mengenai kompleks candi ini. Yang satu menyatakan bahwa candi ini adalah tempat pelelangan ikan. Yang lain mengatakan bahwa candi ini markas penyebaran agama. Pendapat yang lain lagi menyatakan bahwa candi ini dahulu direnca­nakan sebagai tempat pendidikan para rahib; sema­cam “kampus” dengan bangunan tersebar di berbagai tempat dalam bentuk candi-candi kecil dengan Candi Padang Lawas (Portibi) ini sebagai induk bangunan.

Nama Portibi dalam bahasa Batak berarti “dunia” atau “kosmos”, agak mirip dengan kata Pertiwi dalam bahasa Indonesia. Namun kata itu lebih mengarah pa­da arti adikodrati dan magis serta tak dapat dilepaskan dari kata Mula Jadi na Bolon, Yang Maha Kuasa. Kompleks Candi Padang Lawas atau Portibi ini tentu memerlukan pengkajian ilmiah mendalam, sehingga lengkap sebagai objek wisata budaya.

Incoming search terms:

  • candi biaro bahal di bangun pada tahun
  • Tahun pembangunan candi biaro bahal
  • Candi padang lawas
  • Candi lawas
  • candi portibi dibangun pada tahun
  • candi biora bahal merupakan agama
  • kompleks percandian la
  • kompleks percandian pad
  • kompleks percandian padang lawas
  • pengertian tampak kokoh

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • candi biaro bahal di bangun pada tahun
  • Tahun pembangunan candi biaro bahal
  • Candi padang lawas
  • Candi lawas
  • candi portibi dibangun pada tahun
  • candi biora bahal merupakan agama
  • kompleks percandian la
  • kompleks percandian pad
  • kompleks percandian padang lawas
  • pengertian tampak kokoh