Advertisement

Bekicot mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi terutama proteinnya. Di samping itu bekicot juga mengandung enzim pencernaan seperti lipase, proteanase, amilase dan sacharase yang secara langsung membantu pencernaan dalam tubuh manusia.
Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa protein daging bekicot mempunyai komposisi asam amino yang cukup baik dan mengandung lisin dan arginin dengan kadar yang tinggi. Lemaknya mengandung asam lemak jenuh sebesar 55.5% dan asam lemak
tidak jenuh sebesar 43.8%. Setiap 100 gram daging bekicot dapat menghasilkan energi sebesar 97 kalori. Anggorodi (1979) menyatakan bahwa kualitas protein dalam bahan makanan dinyatakan tinggi atau rendah, hal ini tergantung dari asam-asam amino esensial yang terkandung dalam bahan makanan tersebut dalam keseimbangan yang baik. Bahan makanan dengan perbandingan asam amino esensial yang tepat dikatakan bahwa makanan berkualitas protein tinggi. Tabel 3 memperlihatkan komposisi berbagai jenis daging yang biasa dikonsumsi masyarakat.
Pada mulanya bekicot ini hanya dimanfaatkan oleh peternak bebek/ itik saja karena apabila diberi makanan bekicot dapat meningkatkan produksi telurnya, baru kemudian para petani ikan lele dan kodok memanfaatkan daging bekicot ini dan terakhir bekicot disenangi sebagai menu santapan manusia.
Dewasa ini daging bekicot beku bahkan telah diusahakan menjadi suatu komoditi ekspor dan tampaknya mempunyai prospek yang cukup baik. Dari informasi yang didapat ternyata daging bekicot ini di negara pengimpornya (Perancis) dijadikan salah satu santapan yang mewah. Pada umumnya daging bekicot diekspor dalam bentuk daging bekicot rebus yang telah dibekukan (forzen cooked snail).
Dalam usaha pengembangan bekicot menjadi suatu komoditi ekspor ada beberapa masalah yang belum diungkapkan antara lain ialah masalah standarisasi mutu. Mengingat daging bekicot merupakan komoditi baru, namun belum diketahui tolok ukur serta cara-cara pengujiannya yang paiing tepat untuk digunakan dalam menentukan tingkatan mutu daging bekicot. Untuk keperluan ekspor selama ini persyaratan mutu dan cara-cara pengujian yang dilakukan terhadap daging bekicot disamakan seperti yang digunakan pada udang beku (Priyatno, 1980).

Advertisement
Advertisement