Advertisement

Ibu kota Bangladesh. Kota ini juga kota terbesar di negara itu. Penduduknya sekitar 2,4 juta jiwa. Letaknya tepat di tengah negara, di tepi Sungai Buriganga. Ini menjadikan Daka pusat industri dan perdagangan. Hasilnya antara lain kain katun, kaca, kulit, logam, gula, dan yute.

Sejarah Dalam abad ke-7 Daka dibangun dan dihuni oleh para pendatang dari Asia Selatan. Setelah mengalami pergantian penguasa, akhirnya dalam tahun 1608, kota ini menjadi ibu kota Benggala, suatu propinsi Kekaisaran Mogul. Pertengahan abad ke-18, Daka dikuasai Inggris.

Advertisement

Tahun 1947 anak benua itu memperoleh kemerdekaan dari Inggris. Maka lahirlah India dan Pakistan. Daka menjadi ibu kota Propinsi Pakistani, Pakistan Timur. Tahun 1971, setelah terjadi perang saudara, Pakistan Timur berdiri sebagai negara merdeka, dengan nama Bangladesh. Ibu kotanya Daka.

Beberapa Wilayah. Sadarghat, wilayah tertua, mencakup Chauk, pusat perbelanjaan dan niaga teramai di Bangladesh. Sadarghat memiliki banyak mesjid, beberapa berumur ratusan tahun. Wilayah ini dipadati keluarga miskin penghuni rumah kumuh.

Wilayah utara Daka, Ramna, merupakan salah satu wilayah kota Daka yang mengalami perkembangan pesat. Ramna tertata apik, dengan jalan raya yang dirindangi pepohonan, taman, dan pusat perbelanjaan modern. Penghuninya golongan menengah ke atas. Di wilayah inilah berdiri Universitas Daka. Universitas yang didirikan tahun 1921 ini sekarang juga bertugas membina sekitar 70-an kolese di seluruh Bangladesh. Pada akhir dasawarsa 1960-an jumlah mahasiswanya 5000-an; bila semua kolese cabang diperhitungkan jumlah mahasiswa mencapai 30 ribuan.

Advertisement