MENGENAL KURT LEWIN

140 views

Lewin dilahirkan pada tahun 1890, sebelas tahun sebelum Lasswell, dua belas tahun sebelum Lazarsfeld dan dua puluh tahun sebelum Hovland. la wafat pada tahun 1947. Disebabkan meninggal pada dekade empat puluhan itulah, maka para mahasiswa dan para peminat komunikasi pada dekade-dekade berikutnya, apalagi dekade sembilan puluhan sekarang ini, hampir tidak pernah mengenal pemikirannya. Kita dewasa ini mengenal pemikirannya mengenai “gatekeeping”, “group dynamics” dan “consistency theory” melalui murid-muridnya yang menampilkan berbagai teori komunikasi yang bersumber dari pemikiran Lewin; di antaranya dapat disebut di sini Festinger dengan “The Theory of Cognitive Dissonance”, Heider dengan “Balance Theory”, Newcomb dengan “A-B-X Model”, Osgood dan Tannembaum dengan “Congruity Theory”, dan banyak lagi. Lewin adalah seorang Yahudi Jerman yang belajar psikologi di Universitas Berlin. Pada tahun 1933 ia melarikan diri dari rezim Nazi di saat itu, dan sesampainya di lowa Amerika Serikat ia kemudian menjadi profesor di Universitas lowa. Walaupun ia mengajar dalam bahasa Inggris yang patah-patah, namun para mahasiswanya menilainya sebagai seorang pendidik yang antusias dengan pribadi yang menyenangkan.

Kurt Lewin memiliki kemampuan yang menakjubkan dalam menunjukkan penampilannya yang terbaik di hadapan orang lain, khususnya mengenai masalah intelektual, la memimpin diskusi mingguan di mana setiap mahasiswa ditugaskan mengemukakan suatu teori atau rencana penelitian untuk diperdebatkan. Margaret Mead, antropolog terkemuka, yang bekerjasama dengan Lewin dalam suatu eksperimen pada Perang Dunia II mengatakan : “Kurt adalah laksana api yang mengitari orang lain yang berkumpul untuk memperoleh kehangatan dan cahaya untuk membaca pikirannya masing-masing yang lebih jernih.

Lewin mencanangkan dinamika kelompok dengan memfokuskan kepada masalah komunikasi kelompok sebagai sarana untuk memperoleh pemahaman bagaimana orang-orang dipengaruhi oleh kelompoknya. Bagaimana tipe kepemimpinan otoriter dan demokratik mempengaruhi produktivitas kelompok? Bagaimana keterkaitan «eseorang pada suatu kelompok mempengaruhi kesesuaian orang tersebut dengan norma kelompoknya?

Persoalan tersebut dan persoalan psikologi sosial lainnya diteliti oleh Kurt Lewin dan murid-muridnya di lowa, beberapa di antaranya melanjutkan studinya untuk menguasai psikologi sosial, antara lain Darwin Cartwright, Leon Festinger, dan Ronald Lippitt. Seperti telah dikatakan tadi, Lewin oleh para sarjana komunikasi dewasa ini lebih dikenal karena konsep gatekeepingnya, yakni proses pengendalian arus pesan dalam saluran komunikasi selama Perang Dunia II pemerintah Amerika mempropagandakan makanan yang disebut “sweetbread” (isi organ sapi atau kambing,.seperti hati, usus, limpa, dan sebagainya) untuk dijadikan konsumsi masyarakat. Lewin dan murid-muridnya melakukan serangkaian eksperimen dengan penduduk kota lowa sebagai responden. Kepada mereka diajukan himbauan agar memakan sweetbread tadi. Hasil eksperimen itu menunjukkan bahwa para ibu rumah tangga ternyata bertindak sebagai “gatekeeper” (penjaga gerbang informasi) mengenai makanan yang tidak populer itu.

Dalam artikelnya yang terakhir sebelum meninggal dunia pada usia muda, Lewin menampilkan teori tentang proses gatekeeping dalam sistem komunikasi. Murid-muridnya antara lain David Manning White (1950) segera mempelajari gatekeeper dalam media massa, seperti editor berita pada surat kabar yang mengontrol arus berita nasional dan internasional ke redaksi surat kabar lokal. Dewasa ini konsep gatekeeping digunakan secara luas dalam ilmu komunikasi, terutama dalam komunikasi organisasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *