Advertisement

MENGENAL KUSBINI – Komponis Indonesia terkenal yang dijuluki “Buaya Keroncong” karena ia adalah juga salah seorang perintis keroncong di Indonesia. Dahulu ia adalah kepala Lembaga Musikologi dan Koreografi Departemen P dan K. Kini ia ftdalah pe­ngajar di SOSI (Sekolah Olah Seni Indonesia) Yogyakarta. Di sekolah ini ia dibantu oleh anak dan asistennya mengajar bermain gitar, piano, bio­la, dan olah vocal

Kusbini dilahirkan di desa Kemlagi, Mojoker­to, Jawa Timur. Ayahnya mengartikan nama “kus­bini” sebagai “anak yang dilahirkan dari zat khusus” (“kus” adalah khusus atau khas, “bin” adalah anak dari, dan “ni” adalah zat). Kusbini mengenyam pendidikan di HIS Jombang, ke­mudian ia melanjutkan ke MULO Surabaya. Ia juga mengikuti pelajaran di sekolah dagang di Surabaya. Dari situ ia melanjutkan ke sekolah musik Apollo di Malang untuk memperoleh pendidikan musik umum. Karena lebih lama menuntut ilmu di Surabaya, Kus­bini masuk pula dalam pergaulan dengan banyak to­koh pergerakan.

Advertisement

Dalam masa-masa pendudukan Jepang ia menjadi pemimpin orkes sekaligus pemain biola pada H o so Kanri Kyoku yang kelak menjadi RRI (Radio Repu­blik Indonesia). Pada radio yang sama ia bersama Ibu Sud mengasuh siaran Taman Kanak-kanak pada ste- tiap hari Senin. Pada tahun 1942 ia menciptakan lagu Bagimu Neg’rj yang ditetapkan sebagai lagu nasional pada tahun 1960.

Awal penciptaan lagu tersebut bermula ketika Kus­bini bertemu dengan Bung Karno yang bertanya ke­padanya mengenai gagasan menciptakan sebuah lagu perjuangan. Ketika itu Kusbini langsung menyatakan kesanggupannya. Keesokan harinya ia memenuhi kesanggupannya dan menyerahkan lagu tersebut ke­pada Bung Karno. Tidak seperti lazimnya komponis yang mengambil bait pertama sebagai judul lagu me­reka, Kusbini mengambil bait terakhir. Ia memaksud­kan agar judul lagunya menjadi “gong” penutup se­perti pada gending gamelan Jawa. Lebih daripada sekadar “gong*’, bait terakhir yang juga judul lagunya itu dijadikan pesan terselubung.

Kusbini mengartikan “Negri” sebagai Negara (Neg) Republik Indonesia (ri). Ia sengaja menyelu- bungkan pesan perjuangan itu karena Jepang pa]in tidak menyukai segala sesuatu yang berbau pe5 juangan kemerdekaan. Sebelum dikumandangkan se- cara resmi, lagunya itu mengalami perubahan syair beberapa kali. Ibu Sud kemudian menyanyikannya untuk pertama kali melalui Hoso Kanri Kyoku.

Pada tahun 1978 Kusbini digugat oleh J. Semedi yang mengaku sebagai pencipta lagu Padamu Negeri Ketika itu Kusbini dituduh membajak. Perkara ini sempat menimbulkan suasana rumit (polemik) di pengadilan, namun berakhir dengan kemenangan Kusbini.

Di masa-masa tuanya Kusbini menulis beberapa buku, antara lain Kumpulan Lagu-lagu Keroncong Indonesia, Sejarah Seni Musik Keroncong Indonesia Diktat Piano, Biktat Gitar, Diktat Vokal, Teori Mu- sik, Diktat Viool, dan Pelajaran Bas. Ia juga menerima penghargaan, antara lain Pembina Musik Keron­cong Indonesia (P dan K tahun 1972), dan medali Arati Bayangkara (dari Kowilhan II, 1976). Tetapi di antara banyak tanda penghargaan yang ia terima itu, tidak ada satu pun penghargaan bagi karyanya sebagai pencipta lagu wajib nasional.

 

Incoming search terms:

  • kusbini

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kusbini