Advertisement

Salah satu negara miskin di Afrika Barat Laut dengan tingkat melek huruf yang masih sangat rendah. Negara ini berbatasan dengan Republik Sahara Barat di utara, Aljazair di timur laut, Republik Mali di timur dan selatan, Senegal di barat daya, dan Samudera Atlantik di barat. Dengan luas 1.030.700 kilometer persegi, negara ini sebesar separo Indonesia. Ibu kotanya Nouakchott. Penduduknya sa-ngat jarang karena sebagian besar wilayah termasuk Gurun Sahara yang tidak ramah untuk didiami.

Sejarah. Penghuni pertama wilayah ini ialah penduduk Afrika Hitam dan orang Berber Sanhadja. Pada abad ke-11 dan 12, daerah ini menjadi pusat kekuatan Berber Almoravid, yang dari sana menyebarkan agama Islam ke semua wilayah tetangga.

Advertisement

Menyebarnya Islam di seluruh wilayah ini dimungkinkan juga karena hubungan kafilah yang ramai antara Mauritania dan Moroko. Hubungan ini menyebabkan masuknya imigran Arab dari Afrika Utara ke selatan pada abad ke-15. Setelah menetap dan menyebarkan agama di Mauritania, mereka mulai mendirikan beberapa konfederasi yang kuat: Trarza dan Brakna yang meliputi lembah Sungai Senegal, Kunta di timur, dan Rigaibat di utara.

Pada abad ke-15 Portugis masuk ke Mauritania dan mendirikan perbentengan. Segera seluruh wilayah pantai menjadi ajang perebutan antara pelbagai negara Eropa. Akhirnya Perancis menguasai selurun wilayah ini, dan kekuasaan mereka dikukuhkan dengan Perjanjian Senegal tahun 1817. Tahun 1903 wilayah rtu dijadikan protektorat dan tahun berikutnya digabungkan dengan Sahara Barat. Pada 28 November I960, Mauritania merdeka dari Perancis dan pada tahun berikutnya menjadi anggota PBB.

Ketika Spanyol menarik diri dari Sahara Spanyol tahun 1975, Mauritania menuntut haknya atas Sahara Spanyol bagian selatan. Tentara Mauritania kemudian menyerbu masuk ke wilayah ini namun mendapat perlawanan keras dari Front Polisario, sebuah gerakan kemerdekaan Sahara, yang didukung oleh Aljazair. Usaha untuk meredakan ketegangan di wilayah ini terbukti sulit. Namun Mauritania akhirnya menandatangani perjanjian damai dengan Front Polisario tahun 1979. Berdasarkan perjanjian tersebut, Mauritania menarik diri dari Sahara Spanyol bagian selatan serta melepaskan klaimnya atas wilayah tersebut.

Belanja militer yang semakin meningkat serta korban yang berjatuhan di Sahara Barat melahirkan kerusuhan dalam negeri serta menyebabkan jatuhnya pemerintahan sipil di bawah Presiden Ould Daddah tahun 1978. Sejak itu militer mengambil alih kekuasaan dan terus memerintah hingga saat ini (1990).

Keadaan Alam. Sebagian besar wilayah ini terdiri atas gurun pasir. Wilayahnya relatif datar. Bukitbukitnya hanya berketinggian sekitar 300 meter. Puncak tertingginya ialah Kediet Ijill (918 meter).

Sungai-sungainya kering di musim panas, kecuali sungai utama, Sungai Senegal, beserta anak sungainya yang mengalir ke selatan dan ke barat. Wadi di daerah ini dapat menyebabkan banjir musim yang mendadak.

Daerah subur hanya berupa selarik tanah sepanjang lembah Sungai Senegal. Di wilayah bagian selatan terdapat padang sabana yang luas, sebagian diselingi pohon baobab, palem, dan akasia.

Iklim Mauritania panas dan kering, kecuali sebagian kecil wilayah di bagian selatan, yang beriklim basah, yakni Sahel. Musim hujan berlangsung dari Juli sampai Oktober, dengan curah hujan 700 milimeter per tahun. Suhu maksimum 32°C, minimum 13°C.

Incoming search terms:

  • Jelaskan iklim mauritania
  • mengenal mauritania
  • kekuatan militer senegal
  • kekuatan negara mauritania
  • militer maur
  • sungai di mauritania

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Jelaskan iklim mauritania
  • mengenal mauritania
  • kekuatan militer senegal
  • kekuatan negara mauritania
  • militer maur
  • sungai di mauritania