Advertisement

MENGENAL LORD KELVIN (1824- 1904) – Ahli fisika dan pe­reka Inggris yang lahir dengan nama William, sebagai anak James Thomson, seorang gurubesar matematika di Institut Akademi Kerajaan di Belfast. Setelah ber­sama kakaknya dididik di rumah oleh bapaknya, Wil­liam Thomson belajar di Universitas Glasgow, dan kemudian meneruskan ke Kolese Santo Petrus di Cambridge. Di kedua universitas itu ia belajar mate­matika, fisika teoretis, logika, falsafah alam dan sastra klasik. Selama di situ William Thomson mempublika- sikan belasan karya asli, di samping ikut tim dayung Cambridge dan kelompok musik universitas. Kemu­dian ia belajar fisika eksperimental di Paris selama be­berapa bulan, dan pada usia 22 tahun ia diangkat men­jadi guru besar falsafah alam di Glasgow. Jabatan ini dipangku selama 53 tahun.

William Thomson berkecimpung hampir dalam se­mua cabang fisika yang dikenal orang dalam abad ke- 19 itu, dan mempublikasikan lebih dari 650 naskah. Meskipun begitu namanya terutama diingat dalam termodinamika dan telegrafi bawah-laut.

Advertisement

Berdasar teori Sadi Camot mengenai daya gerak yang dapat dihasilkan oleh energi panas, William Thomson merumuskan konsep skala suhu mutlak, yang dewasa ini diberi satuan K (kelvin, sesuai de­ngan gelar kebangsawanan yang diperolehnya dari Ratu Victoria, tahun 1892). Setelah James Prescott Joule melakukan eksperimen mengenai kesetaraan kalor – energi mekanis, William Thomson bergabung dengan Joule dalam tahun 1847 dan menyusun Teori Dinamis Kalor dan Asas Pelestarian Energi Joule. Da­lam tahun 1852 Thomson merumuskan suatu asas ter­modinamika (hukum kedua) yang merangkum Teori Carnot mengenai efisiensi mesin kalor dan asas peles­tarian energi Joule dengan mengetengahkan perbeda­an antara energi total sistem dan energi-tersedia untuk kerja yang bermanfaat. Sebelumnya, secara terpisah Rudolf Clausius juga merumuskan hukum kedua ter­modinamika itu.

Dalam ilmu listrik William Thomson mencoba me­rujukkan gagasan Faraday (mengenai arus listrik) de­ngan gagasan Coulomb serta Poisson (elektrostatika), yang nampaknya bertentangan, dengan menurunkan rumus matematika untuk gagasan Faraday. William Thomson berhasil menunjukkan kesetaraan formil an­tara berbagai rumus matematika untuk gejala yang nampaknya beraneka seperti hantaran panas, kelis­trikan, kemagnetan, dan kekenyalan zat padat. Ia juga menyusun metode bayangan muatan untuk memecah­kan problem elektrostatika.

William Thomson memperluas sistem satuan mu­tlak yang disusunnya dalam termodinamika, ke kelek- tromagnetan, atas usul Wilhelm Weber. Dalam tahun 1861 dibentuk panitia standarisasi listrik di Inggris atas sarannya, dan ia memegang peran penting di situ sampai akhir hayatnya.

William Thomson juga berkecimpung dalam hal praktis. Dalam tahun 1854 ia menyusun analisis ma­tematik mengenai penerusan isyarat listrik lewat ka­bel bawah-laut. Selanjutnya ia mengepalai Atlantic Telegraph Company. Rekaannya yang dirancang tuk mengatasi problem yang telah diramalkan T’ perhitungan teoretisnya, antara lain, galvano cermin, perekam sifon, dan kompas laut (yang direksi terhadap pengaruh magnetik besi badan kaDh.

William Thomson juga berkecimpung dalam fisika, khususnya mengenai bentuk dan ketegaran. Ia menerapkan hukum termodinamika ke dai geofisika ini. Namun banyak perhitungannya mengenai usia bumi dan matahari yang meleset, karena radioaktivitas belum dikenal pada waktu itu.

William Thomson bukan guru yang baik, namun pengetahuan dan kegairahannya sangat mengilhami mahasiswa. Bukunya, Treatise on Natural Philoso­phy (1867) sangat berpengaruh selama puluhan tahun William Thomson meraih banyak hadiah danpenjN hargaan dari tahun ke tahun sejak ia dewasa. Gelar kebangsawanannya diambil dari nama sungai yane mengalir di samping kampus Universitas Glasgow. Ia juga memperoleh sekitar 70 hak paten, umumnya da­lam pengukuran listrik, navigasi laut, dan telegrafi. Ia meninggal dalam keadaan kaya-raya.

Advertisement