Advertisement

MENGENAL LOUIS PASTEUR (1822-1895) – Ahli kimia Perancis yang merintis mikrobiologi. Meskipun ia menghasilkan karya di bidang kimia, terutama dalam masalah kristal, yang mengharumkan namanya ialah karyanya di bidang kedokteran, khususnya bakteriologi. Dia:ah orang yang merintis pengetahuan bahwa kebanyakan penyakit disebabkan oleh kuman, suatu tonggak penting dalam sejarah kedokteran.

Pasteur dikenal akan keuletan, intuisi dan keterampilannya dalam percobaan-percobaannya. Ia berkarya hampir seorang diri, namun sebenarnya ia berbakat untuk berdebat di depan khalayak ramai.

Advertisement

Pasteur lahir di Dole, Perancis. Ayahnya seorang penyamak kulit. Sebagai pelajar ia lambat, namun cermat. Setelah menyelesaikan pendidikan pada Eco Normal e Superieure di Paris dan mencapai gelar jj°ktor (1847), berturut-turut ia menjadi guru besar isika di Dijon (1848-1849), dan guru besar kimia di rasbourg (1849-1854). Tahun 1863 ia menjadi dekan Fakultas Pengetahuan Alam Universitas Lille.

Pahun 1868, pada usia 46 tahun, stroke otak menyebabkan ia menjadi setengah lumpuh namun masih mampu melakukan penelitian ilmiah sampai akhir hayatnya. Pada tahun 1888 didirikan Institut Pasteur sebagai penghormatan terhadap Pasteur serta karya ilmiah yang dihasilkannya.

Karya di Bidang Bakteriologi. Pasteur berhasil membuktikan bahwa kebanyakan penyakit disebabkan oleh bibit penyakit. Selain itu, ia memastikan juga bahwa jika bibit penyakit diperlemah dalam laboratorium dan disuntikkan ke hewan tertentu, hewan itu akan kebal terhadap penyakit tersebut. Teknik memerangi mikroba . semacam ini disebutnya vaksinasi. Langkah pertama, untuk membuktikan manfaat penemuan ini, dilakukan dengan memvaksin sejumlah domba guna melawan penyakit antraks. Hasilnya memuaskan sehingga sejak tahun 1882, ia melakukan studi mendalam tentang penyakit rabies. Percobaan pertama merupakan semacam keterpaksaan ketika seorang anak digigit anjing gila tahun 1885. Sebelum itu, hampir semua anak yang digigit anjing gila akan mati karena rabies. Tetapi anak ini ternyata terhindar dari rabies karena suntikan tersebut. Sejak itu seluruh dunia mulai me-manfaatkan penemuannya.

Di bidang peragian, ia menemukan bahwa mikroorganisme tidak begitu saja tercipta melainkan berasal dari pengembangbiakan. Bersamaan dengan pemahaman tentang hal ini, ia melakukan studi tentang fermentasi atau proses peragian. Ia menemukan bahwa bila anggur tidak tercemar kuman dengan memanaskannya sampai suhu tertentu, rasanya akan tetap enak. Penemuan di bidang ini sangat memperbaiki teknik peragian dalam pembuatan bir dan ang-gur. Perancis, yang mulai memanfaatkan penemuan ini, konon menghasilkan devisa yang besar sehingga negara mampu membayar utang Perang Perancis – Prusia.

Ketika banyak petani ulat sutera mengeluhkan penyakit yang melanda ulat mereka, ia menemukan bahwa suatu bibit penyakit menyerang telur ulat-ulat itu. Dengan membasmi kuman itu, industri sutera Perancis dapat diselamatkan.

Banyak hasil karyanya diperoleh dengan menggunakan mikroskop. Ia juga menduga adanya mikroorganisme yang begitu kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Sekarang orang menggunakan istilah virus untuk mikroorganisme semacam itu. Usaha ke arah pembersihan kuman kemudian dikenal sebagai penyucihamaan (antiseptika). Kini namanya diabadikan dalam Institut Pasteur di berbagai negara yang bergulat dalam bidang imunisasi. Istilah pasturisasi juga mengabadikan namanya.

Advertisement