Advertisement

Pengarang Jerman yang terkenal akan berbagai cerita petualangannya di alam buas daerah Balkan dan Eropa, serta kehidupan suku Indian Amerika. Dalam setiap karyanya ia mampu menghadirkan detail secara realistik. Tema ceritanya pun dinilai tidak larut dengan perubahan jaman.

May semula bekerja sebagai guru sekolah dasar. Suatu ketika ia tertangkap basah sedang mencuri, lalu dipenjarakan. Selama dalam penjara itulah May mulai menulis dan mengirimkan tulisannya ke sebuah majalah. Kariernya sebagai novelis dimulai pada saat ia berumur 50 tahun. Ia menapak lebih jauh dengan mendirikan penerbitan kecil yang hanya menerbitkan novel karyanya. Lebih dari 60 judul dihasilkan May. Sebagian besar di antaranya sangat laku, baik dalam bahasa aslinya (Jerman) maupun terjemahannya dalam berbagai bahasa.

Advertisement

Di Indonesia sebagian besar karya Karl May diterbitkan oleh Penerbit Pradnya Paramita dan digemari oleh banyak orang. Seri Winnetou paling digemari {Winnetou Ketua Suku Apache, Winnetou Gugur, dan Wasiat Winnetou). Namun hampir semua terjemahan Indonesia karya Karl May digemari, seperti Harta Terpendam di Danau Perak, Rahasia Bison Putih, Berburu Bison Putih, Mustang Hitam, Raja Minyak, Sudut-sudut Balkan, Di Kurdistan, dan Karanirwan’ khan di Albania.

Yayasan Karl May (membantu para pengarang yang miskin), Museum Karl May di Radebeul (me_ ngoleksi berbagai benda kebudayaan Indian Amerika), dan Karl May Freilichtspiele (teater terbuka di Bad Segeberg) didirikan untuk mengenang pengarang populerini.

Advertisement