Advertisement

Novelis Amerika yang terkenal dengan mahakaryanya berjudul Moby Dick (1851). Sebagian besar karya sastranya didasarkan pada pengalaman hidupnya sebagai pelaut, desertir, pemburu ikan paus, pemberontak, tahanan, serta berbagai petualangan lain yang berhubungan dengan kehidupan kelasi.

Karyanya yang berjudul Typee (1846) didasarkan pada pengalamannya bergaul dengan berbagai suku kanibal di Marquesas; sedangkan Omoo (1847) berdasarkan pengalaman hidupnya dengan penduduk Tahiti dan Mardi merupakan pengalaman romantisnya di Polinesia. Moby Dick, karyanya yang menceritakan ikan paus, diterbitkan dengan judul berbeda di London dan New York. Novel yang tenar ini luput dari perhatian peminat sastra pada jamannya. Baru sekitar 40 tahun kemudian karyanya ini disanjung para kritikus. Tidak ada novel yang begitu banyak menyita perhatian para peminat sastra Amerika Serikat seperti terhadap novel ini.

Advertisement

Melville masih menulis banyak novel lain yang lebih pendek. Belum satu pun karyanya ada dalam terjemahan Indonesia.

Advertisement