Advertisement

Menara terkenal yang menjadi ciri utama kota Paris. Tingginya 297 meter, tetapi berubah men­jadi 315 meter pada tahun 1959 karena ditambah antena radio di atasnya. Menara kebanggaan pendu­duk kota Paris itu terbagi atas tiga bagian utama. Keempat kaki menara ini dihubungkan oleh konstruksi busur, yang tepat di atasnya membentuk pelataran pertama dengan tinggi 57 meter. Seluruh kota Paris dapat dilihat dari tempat ini. Keempat kakinya ber­gabung menjadi satu tepat pada pelataran kedua yang tingginya 115 meter. Pada pelataran ketiga yang ting­ginya 276 meter, terdapat lampu-lampu pengaman dan teras terakhir.

Menara ini merupakan karya terindah yang diha­silkan dari teknologi besi tempa. Menara Eiffel di­dirikan tahun 1889 untuk memperingati seratus tahunnya Revolusi Perancis. Semula, menara Eiffel bebe­rapa kali hampir diruntuhkan karena dianggap noda buruk bagi taman iota, tetapi akhirnya menjadi sisi kota yang paling dicintai.

Advertisement

Menara ini berkonstruksi rangka batang, sehingga hanya menerima beban angin sangat kecil. Bila dise­rang badai topan, puncak struktur ini diperkirakan hanya bergoyang sekitar 22 sentimeter. Konstruksi­nya menghabiskan lebih dari 6.400 ton besi tempa ber­kualitas tinggi dan didirikan di atas empat kaki pa­sangan batu bata, masing-masing seluas 225 meter per­segi yang berada di atas pondasi beton sedalam dua meter.

Insinyur Perancis, Alexandre Gustave Eiffel, me­rancang desain menara ini berdasarkan pengalaman yang diperoleh ketika ia membangun jembatan-jem­batan kereta api. Menara Eiffel terdiri atas 12.000 ba­gian bangunan dari logam yang dibuat di dalam beng­kel dan diberi nomor urut untuk pemasangannya. Un­tuk merangkai kerangkanya dibutuhkan sekitar 2,5 ju­ta buah paku keling. Pekerjaan raksasa ini berjalan sangat lancar dan diselesaikan tanpa elevator dalam waktu 26,5 bulan.

Advertisement