Advertisement

Pendeta dan ahli botani asal Austria. Melalui eksperimen persilangan kacang polong, ia berjasa dalam bidang botani merumuskan prinsip dasar hereditas yang menjadi dasar ilmu genetika modern. Jasanya di bidang botani adalah perumusan prinsip-prinsip dasar hereditas yang menjadi dasar ilmu genetika modern.

Pada usia 21 tahun Mendel memasuki biara di Briinn (sekarang Brno, Cekoslowakia); empat tahun kemudian ia menjadi pendeta. Mendel lalu mengajar di sekolah menengah atas di dekat biaranya. Pada tahun 1851 ia dikirim oleh kepala biara belajar matematika, fisika, kimia, zoologi, dan botani ke Universitas Wina. Ia juga mempelajari ilmu statistika yang kelak sangat membantu dalam eksperimennya. Dua tahun kemudian ia menyelesaikan pelajarannya dan kembali ke biara. Sejak itu, selama 14 tahun berikutnya, Mendel menjadi guru biologi dan fisika pada sekolah tinggi teknik di Briinn. Selama menjadi guru, yakni pada paroh tahun 1850-an sampai paroh tahun 1860-an, ia melakukan penelitian tentang persilangan tanaman kacang polong di kebun biara.

Advertisement

Dalam penelitian itu Mendel memakai tujuh tipe biji kacang polong yang berciri khas sederhana dan berbeda, seperti bentuk (licin dan berkeriput) atau tinggi (kerdil dan tinggi). Selanjutnya ia mengawinsilangkan biji-biji tersebut dan meneliti keturunannya. Pada reproduksi seksual setiap organisme, dalam hal ini tanaman kacang polong, terjadi penggabungan dua sel kelamin (garnet jantan dan garnet betina), sehingga menghasilkan keturunan.

Mendel kemudian mengemukakan beberapa kesimpulan menyangkut sifat keturunan yang diterima individu baru dari orang tuanya. Setiap individu baru akan menerima fakto: pembawa sifat, yang disebut gen, masing-masing satu gen dari setiap orang tuanya. Dengan demikian individu baru tersebut mempunyai sepasang gen. Dalam proses gametogenesis (pembentukan garnet), pasangan gen ini akan memisah (bersegregasi) secara acak, sehingga setiap garnet mengandung hanya satu gen. Jika terjadi persilangan antara dua tumbuhan yang mempunyai dua faktor sifat yang berbeda, maka faktor sifat yang muncul pada individu baru pertama disebut dominan, sedangkan yang tidak tampak disebut resesif. Jika tumbuhan mempunyaj dua atau lebih pasangan gen, maka gen-gen ini akan terpisah secara acak dan pada pembentukan garnet akan timbul bermacam-macam kombinasi sifat. Kesimpulan-kesimpulan ini dirangkum dalam Hukum Mendel I atau Hukum Segregasi, dan Hukum Mendel II atau Hukum Penggolongan Bebas (The Law 0f Independent Assortment).

Hasil penelitian Mendel dipublikasikan pada tahun 1865, namun baru mendapat perhatian para ilmuwan lain sekitar tahun 1900-an setelah dipublikasi ulang oleh tiga orang ahli botani Eropa. Sejak terpilihnya sebagai kepala biara (1868) sampai meninggalnya Mendel tidak lagi mengadakan penelitian karena ke’ sibukannya mengurus biara.

Incoming search terms:

  • bersegregasi adalah
  • bersegregasi
  • pengertian bersegregasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • bersegregasi adalah
  • bersegregasi
  • pengertian bersegregasi