Advertisement

Salah satu komponis, pianis, dan dirigen Jerjnan terbesar. Salah satu sumbangan besarnya adalah menghidupkan kembali karya Johann Sebastian Bach, komponis besar Jerman yang nyaris dilupakan.

Saat kanak-kanak Mendelssohn memperlihatkan bakat besar musik. Karena ayahnya bankir Yahudi yang kaya, ia dapat mengecap pendidikan musik dari sejumlah guru terbaik. Di usia 10 tahun ia mulai menggubah lagu, dan menulis A Midsummer Night’s Dream yang dinilai sangat elok di usia belasan tahun. Ketika belajar di Akademi Seni Suara Berlin ia mempagelarkan St. Matheus Passion, karya besar J.S. Bach yang selama 100 tahun tidak pernah dimainkan.

Advertisement

Mendelssohn menjadi sangat terkenal hampir di seluruh Eropa. Dalam kunjungan ke berbagai negara Eropa ia menghasilkan karya besar yang diilhami oleh keadaan suatu negara. Misalnya, ia menulis Italian Symphony (1833) dalam kunjungan ke Italia, dan overture The Hebrides (1832) serta Scottisch Symphony (1842) dalam kunjungan ke Skotlandia. Di Birmingham ia menulis oratorio terakhirnya yang berjudul Elijah. Ia meninggal pada puncak kariernya, pada usia belum genap 38 tahun.

Advertisement