Advertisement

Perusahaan mampu menghabiskan jutaan dolar untuk biaya pemasangan iklan dengan maksud untuk meyakinkan kita bahwa rok produksi tahun lalu terlalu panjang atau terlalu pendek, bahwa mobil tua kita telah ketinggalan jaman dan harus segera diganti, dan sebagainya. Para calon politik menghabiskan sebagian besar anggaran kampanye mereka untuk menyewa acara TV dan mengeluarkan banyak tenaga dalam usaha memecahkan persoalan tentang bagaimana memperoleh tambahan pemuatan gambar cuma-cuma. Meskipun kita tidak memikirkannya dengan cara yang sama seperti dalam periklanan, pemerintah, sekolah dan institusi sosial lainnya juga berusaha membentuk dan mengubah sikap. Perdebatan dalam masyarakat tentang isi buku pelajaran sekolah dan biaya sekolah memberi kesan bahwa banyak orang dipengaruhi oleh pesan-pesan yang disajikan lembaga masyarakat kita. Bab ini menganalisis perubahan sikap sebagai akibat komunikasi massa.  Sebagian besar penelitian tentang komunikasi massa dan perubahan sikap dimulai dengan program yang diatur oleh Cari Hovland di Universitas Yale segera setelah Perang Dunia II. Suatu model yang sebagian besar didasarkan pada program Hovland, tetapi telah disederhanakan dan diubah agar lebih jelas sesuai dengan karya mutakhir dalam bidang ini. Harus ada komunikator yang menyandang pendapat tertentu mengenai pokok persoalan dan yang mencoba meyakinkan orang lain untuk mendukung pendapat ini. Untuk melakukan hal itu, ia menciptakan yang dirancang untuk meyakinkan orang bahwa pendapat ini tepat dan untuk membujuk mereka agar mengubah pendapat mereka sendiri searah dengan pendapat tersebut. Komunikasi semacam ini terjadi dalam situasi tertentu. Ini merupakan stimulus eksternal sumber, pesan, dan hal yang bersangkutan dengannya.

Demikian pula, individual target bukanlah lembaran kosong. Setiap orang hadir dalam suatu situasi dengan sikap dan kecenderungan tertentu sebelumnya, yang akan mempengaruhi keterbukaannya terhadap pesan. Seorang pemirsa TV mungkiri membenci segala jenis bir, atau minum minuman jenis yang lain, atau tidak mempercayai semua iklan televisi, sehingga tidak tanggap-terhadap persuasi. Atau, mungkin seseorang merupakan pecandu bir tanpa terlalu memperhatikan jenisnya dan benar-benar terhibur dengan iklan tersebut. Kemudian, sebagian dari cerita tentang komunikasi massa mengenal variabel-variabel bebas yang mempengaruhi persuasi. Tetapi untuk benar-benar memahami efek komunikasi massa, kita juga harus memahami proses psikologi sosial yang mendasarinya. Menyinggung teori perubahan sikap yang terkenal, yang telah memunculkan pendekatan secara umum. Oleh karena itu, tujuan lain dari bab ini adalah untuk menjelaskan proses pokok yang menentukan bagaimana faktor komunikator komunikasi, situasi, dan target menghasilkan perubahan sikap. Terakhir, ada beberapa kemungkinan efek dari usaha persuasi selain perubahan sikap. Pemirsa mungkin berpikir bahwa komunikator itu tolol dan tidak mempercayai pesannya. Pemirsa mungkin kehilangan pesan sama sekali; mungkin dia berpikir bahwa iklan bir itu sedang mencoba menjual T-shirt. Jadi kita perlu juga mempertimbangkan akibat-akibat yang lain. Menguji setiap bagian dari model umum tersebut secara terperinci. Kita mulai dengan memperhatikan proses psikologis yang mendasari perubahan sikap. Kemudian kita meninjau kembali penelitian tentang bagaimana karakteristik komunikator, pesan, target, dan situasi mempengaruhi perubahan sikap.

Advertisement

Incoming search terms:

  • apa itu persuasi modal
  • macam model persuasi
  • model persuasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • apa itu persuasi modal
  • macam model persuasi
  • model persuasi