MENGENAL ODYSSEUS ELYTIS

4 views

Pujangga Yunani yang memenangkan Hadiah Nobel dalam bidang kesusastraan pada tahun 1979. Ia sering kali memakai nama samaran Alepoud- helis. Keturunan keluarga Kreta yang kaya raya ini se­jak masih muda mening­galkan nama keluarganya.

Elytis belajar hukum di Universitas Athena dan se­cara periodik bekerja di perusahaan keluarganya.

Karena dipengaruhi sureal­isme Perancis, dan khu­susnya pujangga lain Paul Eluard, ia mulai mempu­blikasikan sajak pada ta­hun 1930-an, terutama da­lam majalah Nea Grammata. Majalah pelopor seni ini menjadi media bagi “Generasi Tahun 1930-an”. Kumpulan puisinya, Pro- sanatolismoi (Orientasi), diterbitkan pada tahun 1940.

Ketika tahun 1941 Yunani diduduki Nazi Jerman, Elytis bergabung dengan penentang antifasis Italia di Albania. Salah satu puisinya, Asma heroiko kaipen- thimogia ton chameno anthypoloehago tes alvanias (Nyanyian Kepahlawanan dan Elegi Bagi Tewasnya Letnan Dua dalam Pembebasan Albania), dijadikan lagu bernapaskan kebebasan. Setelah selesai perang, ia menghilang dari dunia kesusastraan sekitar 15 tahun. Pada tahun 1959 kembali ia menerbitkan To”} Axion Esti (Laguku Sendiri). Setelah terjadi kup ® militer di Yunani pada tahun 1967, Elytis pindah ke Paris. Hasil karya terakhirnya adalah Ho helios ho heliatoras (Matahari Tertinggi, 1971) dan Ta eterothale (Anak Tiri, 1974).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *