MENGENAL PANDANGAN WEBER MENGENAI NEGARA – Konsepsi Weber mengenai negara lebih erat kaitannya dengan pandangan Marx, bila dibandingkan dengan pandangan liberal. Weber mengakui bahwa negara-negara di masyarakat-masyarakat kapitalis memang mempunyai hubungan yang penting dengan kelas kapitalis dan, sampai tingkat tertentu, melayani kepentingan-kepentingan kelas itu. Namun mereka menekankan bahwa negara, sejauh mungkin, merupakan suatu badan yang otonom dengan mempunyai kepentingan-kepentingan sendiri. Weber, dengan demikian, melihat politik sebagai tidak dapat dipersempit menjadi hanya kelas atau ekonomi, tetapi sebagai badan yang merdeka dan swadaya (cf. Evans, Rueschemeyer, and Skocpol, 1985; Giddens, 1985; Mann, 1988). Dengan kata lain, mereka memandang ide Marx tentang “otonom relatif” terlalu ekstrim. Seperti diuraikan oleh Theda Skocpol dalam menyimpulkan pandangannya tentang negara (1979: 29-30):

Jika dipikir dengan seksama negara bukan semata-mata merupakan arena di mana perjuangan sosial-ekonomi terjadi. Akan tetapi, negara adalah seperangkat organisasi administrasi, pembuatan kebijakan-kebijakan, dan militer yang dikepalai dan dikoordinasikan kurang lebih dengan baik, oleh suatu wewenang eksekutif. Setiap negara, pertama-tama dan pada dasarnya menarik sumber daya-surnber daya dari masyarakat dan membagi-bagikannya untuk menciptakan dan mendukung organisasi koersif dan administrasi. Di mana mereka itu ada, maka organisasi-organisasi negara yang fundamental sekurang-kurangnya adalah potensial otonom dari kontrol langsung kelas dominan. Sejauh mana organisasi-organisasi itu otonom dan sejauh mana pe-ngaruhnya, berbeda-beda menurut kasus demi kasus.

Organisasi-organisasi negara, sampai tingkat tertentu, harus bersaing dengan kelas yang dominan dalam perolehan sumber daya dari ekonomi dan masyarakat. Dan setelah memperolehnya, tujuan pemanfaatan sumber daya itu dapat saja berbeda dari kepentingan kelas yang dominan. Memang, upayaupaya para penguasa negara semata-mata adalah untuk menjalankan fungsifungsi negara “sendiri” tapi dapat saja menimbulkan pertentangan kepentingan dengan kelas yang dominan. Negara mempunyai kepentingannya sendiri yang berhadap-hadapan dengan kelas-kelas subordinat. Kepentingan negara sendiri yang fundamental dalam mempertah,ankan ketertiban fisik dan keamanan politik — khususnya dalam masa krisis — dapat membuat negara mendesak konsesi-konsesi untuk keperluan kelas subordinat. Konsesi itu mungkin saja merugikan kepentingan kelas yang dominan, tapi tidak bertentangan dengan kepentingan negara sendiri dalam mengawasi penduduk dan mengumpulkan pajak dan merekrut militer. Aplikasi teori negara Weber dalam tahun-tahun terakhir ini ialah atas pembangunan sistem kesejahteraan dan berbagai bentuk pengeluaran sosial masyarakat dalam masyarakat industri. Theda Skocpol dan beberapa rekannya merupakan pimpinan intelektual, sekurang-kurangnya di Amerika Serikat, dalam bidang teori dan penelitian (Skocpol, 1980; Skocpol dan Ikenberry, 1983; Orloff dan Skocpol, 1984). Mereka menandaskan, misalnya, bahwa legislasi New Deal di Amerika Serikat tidak dapat dimengerti dalam hubungan dengan karakteristik sosioekonomi masyarakat Amerika saja. Melainkan segisegi tertentu pemerintahan Amerika Serikat (dan politik secara lebih luas) harus dipersamakan guna membuat perkembangan ini masuk akal. Mereka juga telahmengemukakanbahwa pengeluaran Inggris yang lebih luas untuk program kesehatan dan kesejahteraan bila dibandingkan dengan pengeluaran Amerika Serikat pada bagian awal abad xx tidak dapat dijelaskan terpisah dari perbedaan politik yang penting di antara kedua masyarakat itu. Secara khusus, mereka percaya bahwa perbedaan-perbedaan itu meliputi dimilikinya oleh Inggris suatu pelayanan sipil dan warisan administrasi kesejahteraan yang terpusat, dan dipihak lain, tidak adanya suatu birokrasi sipil di Amerika Serikat. Perbedaanperbedaan demikian berarti bahwa Inggris memiliki alat untuk mengembangkan program-program sosial yang ekstensif, tetapi di Amerika Serikat “program-program pengeluaran sosial modern tidak layak dari sudut pemerintahan juga tidak dapat diterima secara politis” (Orloff dan Skocpol, 1984: 739). Dari berbagai teori mengenai negara yang ditinjau di sini, teori Liberal adalah yang paling kurang meyakinkan. Sementara kelompok-kelompok lain daripada kelas kapitalis mempunyai kemampuan untuk memajukan kepentingan mereka sendiri, mereka jarang mampu untuk melakukan hal itu bilamana pemenuhan kepentingan-kepentingan itu dapat bertentangan dengan kepentingan-kepentingan kapitalis. Jadi, teori-teori elit kekuasaan Marx adalah yang paling mengesankan, dan para pelopor teori-teori itu telah menghimpun banyak data yang mendukung, hanya beberapa daripadanya yang dapat disebut di sini. Namun, pandangan Weber mengenai negara tidak dengan mudah dapat diremehkan. Masih menjadi tanda tanya tentang betapa besarkah otonomi yang dimiliki oleh negara demokrasi modern, tetapi bahwa ada otonomi yang besar tidak dapat disangkal. Para politikus selalu mempunyai kepentingan mereka sendiri, dan kepentingan-kepentingan itu kadang-kadang bertentangan dengan kepentingan-kepentingan kelas yang dominan.

Filed under : Bikers Pintar,