MENGENAL PENANGANAN GANGGUAN DELUSIONAL – Penanganan paranoia untuk orang lanjut usia sama persis dengan penanganan untuk orang yang lebih muda. Meskipun tidak banyak data terkendali, para ahli klinis berpendapat bahwa pendekatan terbaik adalah pendekatan suportif di mana terapis memberikan pengertian empatik kepada pasien atas kekhawatirannya. Secara langsung menentang delusi paranoid atau mencoba mengajak orang yang bersangkutan untuk menalar keyakinannya jarang memberikan hasil efektif. Pada saat pasien menemui profesional kesehatan, banyak orang lain keluarga, teman-teman, dan polisi yang mungkin telah mencoba pendekatan tersebut. Pengakuan tanpa menghakimi penderitaan yang disebabkan oleh paranoia tersebut lebih mungkin meningkatkan hubungan terapeutik dengan pasien. Setelah pasien memercayai dan merasa aman dengan terapis, delusi tersebut dapat dipertanyakan secara bertahap. Terapi kognitif untuk delusi dalam skizofrenia yang dibahas sebelumnya juga dapat diterapkan bagi orang lanjut usia.

Jika terdapat masalah pendengaran atau penglihatan, sebuah alat bantu pendengaran atau kacamata dapat menghilangkan beberapa simtom paranoid tersebut Jika individu yang bersangkutan terisolasi secara sosial, dapat dilakukan upaya untuk meningkatkan aktivitas dan hubungan sosialnya. Terapi suportif rutin dapai membantu pasien menjalin hubungan kembali dengan keluarga dan teman-temas. Penguatan positif dapat diberikan untuk perilaku yang sesuai; contohnya, terapis dapet memberikan perhatian khusus pada ucapan-ucapan pasien yang tidak bersifat paranoia. Bahkan jika berbagai tindakan langsung tersebut tidak mengurangi paranoia, hal itu dapat bermanfaat bagi berbagai bidang kehidupan orang yang bersangkutan.

Berbagai studi mengenai hasil-hasil terapi mengindikasikan bahwa delusi pada pasien lanjut usia dapat ditangani secara cukup berhasil dengan memberikan fenotiazin, meskipun para individu paranoid umumnya mencurigai motif orang-orang yang memberikan obat-obatan kepada mereka. Keracunan obat juga harus dipertimbangkan, mengingat sensitivitas tertentu yang dimiliki para lanjut usia terhadap obat-obatan. Perawatan di rumah sakit, terbaik bila dipandang sebagai jalan terakhir, mungkin hanya memberikan sedikit manfaat. Pada praktiknya, keputusan tersebut lebih banyak tergantung pada tingkat toleransi lingkungan sosial orang yang bersangkutan dibanding pada keparahan dan tingkat gangguan keyakinan paranoid itu sendiri.

Filed under : Bikers Pintar,