Advertisement

PENDORONG PSIKOLOGIS UNTUK MEMBANGUN
Kita tidak pernah mendapat suatu pendorong psikologis untuk membangun seperti orang Jepang. Pendorong psikologis yang amat kuat itu adalah rasa takut akan ancaman penjajahan yang mulai pertengahan abad ke-19 makin mendekati wilayah Jepang.
Terdorong oleh rasa takut itu para pemimpin Jepang dari golongan Meiji yang dalam tahun 1867 berhasil mengambil kekuasaan dari Tokugawa, dengan gigih dan amat cepat membangun suatu kesatuan politik yang sangat kuat, yang apabila perlu dapat melawan kekuatan kolonial barat dengan senjatanya sendiri, yaitu ekonomi yang kuat, teknologi yang maju.
Para ahli psikolog bisa menerangkan kepada kita betapa besarnya kekuatan yang dapat dikeluarkan oleh manusia yang dihinggapi ketakutan karena perasaan terancam itu. Bangsa kita pernah mendapat kesempatan untuk merasakan takut karena terancam, yaitu pada zaman revolusi fisik; tetapi pada saat revolusi itu selesai maka hilang juga rasa terancam itu.
Kita mengendorkan diri, merasa rileks, memproduksi banyak anak (dalam dasawarsa 1950-1960 laju kenaikan penduduk Indonesia melonjak menjadi 22,9% dibandingkan dengan hanya 8,8% dalam dasawarsa 1940-1950), dan hilang pula semangat kita untuk bekerja keras dan gigih.
Usaha untuk memperpanjang suasana revolusi memang telah dicoba, tetapi dengan tiadanya rasa takut karena terancam itu, maka hasil dari usaha tersebut malahan makin merusak keadaan.

Advertisement
Advertisement