MENGENAL PERBUDAKAN DI HINDIA BARAT DAN KUBA – Hindia Barat Inggris terdiri dari beberapa pulau kecil di Karibia, dan yang paling penting adalah Barbados dan Jamaica. Pulau-pulau itu telah dijadikan masyarakat perbudakan perkebunan yang luas selama abad xvii dan xviii, dan gula adalah tanaman uang kontan yang terbesar. Jumlah budak yang semakin meningkat telah di impor setelah pertengahan abad xvii untuk dengan cepat mengembangkan perkebunan gula. Pada abad xviii Hindia Barat Inggris secara keseluruhan menjadi bergantung pada produksi gula (Foner, 1975). Perekonomian dan politik kenegaraan didominasi oleh segelintir kelas pemilik perkebunan, di mana segmen yang paling penting terdiri dari para pemilik yang tidak tinggal di sana. Para pemilik itu hidup serba berlimpah dari keuntungan mereka di Inggris dan membiarkan perkebunan mereka diawasi oleh para m andor (Foner, 1975). Philip Foner (1975) melukiskan perbudakan Hindia Barat Inggris sebagai kasar dan kejam.

Hindia Barat Perancis terdiri daripulau-pulau Guadaloupa, Martinique, dan, yang paling penting, St. Domingue (Haiti). Keuntungan besar telah diper-oleh dari perkebunan gula St. Domingue dalam abad xviii. Seperti halnya perkebunan-perkebunan gula lairmya di mana-mana, perkebunan gula Hindia Barat Perancis berskala sangat besar. Karena itu, budak-budak kulit hitam -,angat melampaui jumlah orang-orang kulit putih. Pada tahun 1790 di St. tO+ omingue terdapat 32.000 penduduk berkulit putih, 24.000 penduduk bebas, dan 48.000 budak (Foner, 1975). Kelas pemilik perkebunan Perancis, seperti juga rekan-rekan Inggris mereka, sebagianbesar terdiri dari pemilik yang tidak tinggal di sana. Perbudakan Hindia Barat Perancis juga dicirikan oleh keganas_ an yang besar (Foner, 1975). ARTI Hindia Barat Denmark terdiri terutama dari pulau kecil St. Croix. Orang-orang Denmark terutama adalah para pemilik yang tidak berada di perkebunan gula.

Hindia Barat Belanda pada pokoknya mencakup daerah Suriname pada pantai utara Amerika Selatan. Seperti halnya kebanyakan pemilik perkebunan Hindia Barat, orang Belanda adalah pemilik yang tidak tinggal di sana. Suriname memp unyai perkebunan gula , kopi, kapas, dan kayu yang besar, di mana budak kulit hitam melebihi jumlah kulit putih. Orang Belanda terkenal karena perlakuan yang sangat jelek atas budak-budak (Genovese, 1969). Di bawah Spanyol, Kuba telah menjadi masyarakat budak penghasil gula utama dalam abad xix ketika St. Domingue runtuh karena adanya pemberontakan budak yang berhasil. Foner melukiskan perbudakan Kuba abad xix sebagai sangat brutal dan eksploitatif, dan ia selanjutnya mencatat bahwa tingkat brutalitasnya meningkat sebanding dengan intensifikasi produksi gula. Berbagai sistembudak Hindia Barat mempunyaibanyak ciri yang sama. Dari semua jenis produksi gula merupakan kunci perekonomiannya. Semuanya didominasi oleh kelas pemilik perkebunan yang anggota-anggotanya terdiri terutama dari pemilik-pemilik yang tidak tinggal di sana. Dan perlakuannya sangat kejam. Di bawah kondisi semacam itu, maka paternalisme yang menjadi ciri Selatan Amerika Serikat dan Brazil dapat berkembang penuh (Genovese, 1969).

Filed under : Bikers Pintar,