Advertisement

Orang Tengger merupakan komunitas sosial yang tinggal di lereng-lereng gunung, dan berada pada daerah dengan kondisi suhu yang dingin. Mata pencarian penduduk adalah bercocok tanam di kebun atau ladang yang secara umum ladang-ladangnya berupa lereng yang mempunyai kemiringan yang tinggi disertai dengan suhu yang hanya memungkinkan beberapa tumbuhan saja yang dapat diusahakan.

Pada umumnya penduduk bercocok tanam kentang, juga wortel dan pada daerah yang lebih rendah penduduk bercocok tanam kol. Daerah perladangan pada umumnya mempunyai kondisi tanah yang gembur sehingga memungkinkan penduduk untuk menanam umbi-umbian di daerah dingin.

Advertisement

Selain itu, penduduk juga menanam palawija di daerah yang relatif lebih rendah dan biasanya di sekitar atau dekat dengan permukiman. Seperti layaknya penduduk pedesaan, daerah perladangan masyarakat Tengger berada jauh dari permukiman dan bahkan mempunyai letak yang lebih tinggi dari permukiman penduduk.

Makanan pokok penduduk adalah kentang sebagai karbohidrat yang dikonsumsi sehari-hari. Akan tetapi, pada masa sekarang banyak juga dari penduduk yang mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok, dan kebutuhan akan beras diperoleh dari pasokan penduduk luar yang melakukan perdagangan dengan penduduk Tengger. Selain dari berladang di daerah-daerah yang tinggi, penduduk juga beternak itik dan ayam. Kemudian beternak kuda sebagai alat transportasi menuju ke desa-desa lainnya. Kuda juga dipakai sebagai sarana untuk mendapatkan uang dari para wisatawan yang datang ke daerah mereka, sehingga memungkinkan penduduk untuk bermata pencarian tambahan dari jasa pengantaran wisatawan.

Teknologi penanaman di ladang pada dasarnya sangat sederhana, yaitu membersihkan lahan dari tumbuh-tumbuhan liar untuk ditanami kentang, dan hal ini banyak disebabkan jarang terdapat tumbuhan lain yang bisa hidup di daerah dingin. Pada masa lalu penduduk membersihkan lahan untuk areal ladang dari pohon-pohon pinus yang banyak tumbuh di daerah dingin, dan setelah selesai dibersihkan dari pinus atau tanaman liar lain yang sedikit, tanah yang ada bersifat gembur sehingga untuk menyebarkan pupuk menjadi sangat muaah.

Pupuk diperoleh dari kandang-kandang penduduk sehingga memudahkan untuk melakukan sistem ladang. Kentang yang ditanam umumnya berukuran kentang kecil dengan diameter sekitar 1 cm, dan tampaknya hanya kentang jenis ini yang dapat tumbuh di daerah pegunungan Tengger sebagai nama asli permukiman masyarakat Tengger. kayu atau tanaman umbi lainnya sambil menunggu musim hujan tiba. Pada umumnya padi hanya dipanen satu kali dalam satu tahun, karena sistem sawahnya adalah sawah tadah hujan.

 

Advertisement