Advertisement

MENGENAL PROPINSI KALIMANTAN TENGAH – Salah satu dari empat propinsi di Pulau Kalimantan yang beribu kota Palangka Raya. Sesuai dengan namanya, letak­nya di bagian tengah pulau.

Penduduk 1.220.797 jiwa tahun 1986. Propinsi ini berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur di timur, Propinsi Kalimantan Ba­rat di barat, Laut Jawa di selatan, dan Propinsi Kali­mantan Barat dan Kalimantan Timur di utara. Dengan luas 153.800 kilometer persegi, atau 1,4 luas Pulau Jawa, penduduknya hanya 1.220.797 jiwa (1986).

Advertisement

Bahasa di Propinsi Kalimantan Tengah sangat be­ragam. Di daerah itu terdapat lebih dari 45 suku bang­sa, di antaranya suku bangsa Kahayan, Kapuas, Maanyan, Ot Danum, Banjar, Dusun, Lawangan, Bawo, Siang, Lamandau, dan Bakumpai. Suku bangsa Maanyan berpusat di sekitar Barito Selatan dan Barito Utara. Suku bangsa Kahayan dan Kapuas terdapat di daerah utara Kalimantan Tengah. Bahasa mereka sering kali sangat berbeda, namun de­mikian masih ada pula kesamaannya, seperti dalam menyebutkan “aku”, walau logatnya berbeda. Nada bahasa mereka melodius. Mereka lebih suka mengu­cap dengan lafal “u” walau tertulis “o”, misalnya kata bola dilafalkan [bula].

Adat Istiadat.

Makanan khasnya sayur rimbang, yakni terong jenis besar yang dimasak bersama berba­gai ikan kali. Jenis lain ialah tempoyak (durian yang diawetkan), dodol durian, tuak (dari peragian beras ketan); wadi (ikan yang diawetkan dengan padi/beras masak), paksem (ikan yang diawetkan dengan nasi masak). Kedua jenis makanan terakhir ini merupakan makanan khas suku bangsa Dayak dan dapat dibuat dari hasil buruan di hutan seperti babi, rusa, kancil, dan lain-lain.

Umumnya masyarakat wilayah ini pemakan berba­gai binatang buruan, seperti babi hutan, kera, ular, berbagai satwa air. Namun demikian, makanan pokok mereka adalah beras, singkong, dan ubi-ubian.

Suku bangsa Dayak mempunyai adat budaya yang khas seperti tidak suka minum susu pada waktu ma­kan, menyukai ikan yang dibusukkan, membesarkan lubang di cuping telinga. Mereka juga suka melapisi gigi dengan emas, suka mengadu ayam. Goresan-go­resan tato menghiasi tubuh mereka. Rumah mereka berupa semacam barak yang didirikan di atas tiang.

Beberapa budaya yang masih terus dilestarikan adalah tarian mamsai, tari mandau, tari gelang bawo/dadas, tari giring-giring, tari bahalai, tari membe- sei, dan tarian kreasi baru.

Barang kerajinan tangan yang banyak dihasilkan berasal dari rotan. Selain itu mereka juga membuat ukiran dari getah jelutung, patung, sapundu, belon- tang, mandau, am’ng, turi, badik, taji, tombak, sum­pit, telabang, dan pakaian adat.

Elemen tradisional suku bangsa Dayak dalam este­tika bangunan terwujudkan dalam gerbang palangka, pasah padi, huma betang, huma tiwah, payung birang.

Adat istiadat yang masih beraku sampai sekarang ” meliputi upacara kelahiran, perkawinan dan kematian. Pada saat menunggu kelahiran, seorang tua memberi makan anak buah “jata” (keramat) yang ber­ada dalam air (upacara meyangiang). Setelah anak lahir dan selama tali pusat yang lahir belum lepas dia­dakan keramaian. Selama itu, ibu yang melahirkan di­larang makan ikan yang tidak bersisik.

Pada upacara pernikahan, terjadi proses musyawa­rah antara kedua pihak calon penganten untuk mem­bicarakan mas kawin atau (perlengkapan) upacara pernikahan. Upacara kematian disebut upacara manatu/tiwah. Pada upacara itu, seorang wanita tua melakukan tutu­ran sedih (seperti menangis) mengisahkan perjalanan hidup yang meninggal. Kalau tidak ada lantunan se­macam itu, pantun pun bisa membangunkan roh selumpuk lianharing kaharingan dan mengantarnya ke Neghari Balu Indu Rangkang tempat sementara menunggu tiwah.

Sejarah.

Sebelum tahun 1957, Kalimantan Tengah tidak memiliki otonomi, tetapi masih merupakan ba­gian wilayah Kalimantan Selatan. Tanggal 17 Juli 1957 terbentuk propinsi ini, dengan Cilik Riwut seba­gai gubernur pertama.

Propinsi Kalimantan Tengah dikenal dengan istilah Bumi Tambun – Bungai. Tambun – Bungai adalah pe­juang asal kalimantan Tengah, lambang kejayaan su­ku bangsa Dayak. Ia dijadikan tolok ukur kepahla­wanan Dayak, dengan berpegang pada pendirian I sen Mulang (pantang mundur/menyerah) dan hahandep baring hurung (saling berpegang tangan/bersatu kita teguh bercerai kita runtuh).

Incoming search terms:

  • Pengertian kalimantan tengah
  • telabang arti bagi suku dayak kalimantan tengah
  • pengertian kalteng
  • pembahasan tentang bahasa kalteng
  • mengenal Kalimantan tengah
  • mengenal daerah kalteng
  • masakan dayak yang di awetkan
  • makanan awetan dari daerah kalimantan
  • definisi kalimantan tengah
  • arti pamakan wadi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Pengertian kalimantan tengah
  • telabang arti bagi suku dayak kalimantan tengah
  • pengertian kalteng
  • pembahasan tentang bahasa kalteng
  • mengenal Kalimantan tengah
  • mengenal daerah kalteng
  • masakan dayak yang di awetkan
  • makanan awetan dari daerah kalimantan
  • definisi kalimantan tengah
  • arti pamakan wadi