Advertisement

Beras yang sudah siap dikonsumsi biasanya diambil dari tempatnya dan diletakkan di sebuah tampah, yaitu tempat atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu, berbentuk lingkaran dengan diameter 70 cm. Setelah beras diletakkan di tampah, kegiatan berikutnya ialah memisahkan beras dari kotorannya dengan cara mengayun-ayunkan tampah ke atas dan ke bawah, dan memutar-mutar tampah ke kiri dan ke kanan. Dengan cara tersebut kotoran yang ringan akan berkumpul di bagian muka tampah, dan bisa langsung dibuang. Biasanya di bawah tampah sudah ada beberapa ekor ayam untuk menunggu jatuhnya beras yang tidak baik dari tampah.

Setelah dipisahkan dari kotoran, beras yang siap dimasak kemudian diletakkan di periuk atau wadah lainnya untuk dicuci dengan air bersih hingga airnya menjadi putih, dan kemudian air tersebut dibuang. Pencucian beras hanya dilakukan satu kali saja dengan air agar terhindar dari berkurangnya unsur vitamin yang terkandung di dalam beras.

Advertisement

Setelah itu beras dimasukkan ke dalam periuk untuk dimasak (diaron), dan dicampur dengan air. Permukaan air harus lebih tinggi daripada permukaan berasnya, sehingga nasi yang dihasilkan tidak terlalu keras. Ada dua cara untuk membuat aron nasi. Pertama, menggunakan kompor, dan periuknya diletakkan pada selembar seng sebagai alas periuk supaya tidak berhubungan langsung dengan api dalam kompor. Tujuan penggunaan lembar seng tersebut ialah agar panasyang dihasilkan kompor dapat merambat rata ke seluruh badan periuk. menggunakan tungku dengan bara api (bisa dari kayu bakar atau arang). Jika menggunakan tungku dari tanah, periuk bisa langsung diletakkan di atas tungku, tanpa dialasi lembar seng.

Setelah air dalam periuk menguap habis, dan nasi sudah mulai lunak (masih agak keras), kemudian nasi harus diaduk untuk menyebarkan panas yang ada dalam periuk, dan mencegah terjadinya kerak (nasi yang mengeras karena terlalu panas). Kerak nasi biasanya terdapat pada dinding dan dasar periuk. Proses pengadukan aroncukup dilakukan sekali saja, dan setelah itu nasi dapat dipindahkan untuk ditanak.

Proses menanak nasi dilakukan dengan menggunakan dandang besar, yang diberi air sebatas pinggul dandang, dan diletakkan di atas kompor. Dandang (/ angsem)adalah sebuah bejana dari logam yang bentuknya besar di bagian bawah (yang dimaksudkan untuk tempat air), dan mempunyai tepian dandang yang melebar hingga setinggi 40 cm (tergantung besar kecilnya dandang) (Gambar 7.11). Ke dalam dandang yang sudah diisi air secukupnya dan telah mendidih itu, diletakkanlah sebuah kukusan (wadah berbentuk kerucut, dibuat dari anyaman bambu). Ke dalam kukusan itulah dimasukkan nasi Proses penanakan nasi tersebut biasanya tidak terlalu lama, cukup dengan menunggu agar air tidak terlalu habis di dalam dandang.

Pada dasarnya penanakan ini merupakan proses pematangan nasi dengan uap air yang diperoleh dari air mendidih di bawah kukusan berisi nasi aron. Proses penanakan nasi ini dari bentuk beras menjadi nasi memakan waktu relatif cukup lama, dan perlu melalui beberapa tahapan dari pengaronan sampai ke penanakan. Sering kali dalam proses menanak nasi orang melakukannya hanya dalam satu tahap yaitu dari pengaronan sampai dengan penanakan, dan hanya dikerjakan dengan satu panci saja, tidak menggunakan dandang dan kukusan. Dengan cara ini hasilnya tidak begitu baik. Pada dasarnya sistem penanakan dengan menggunakan kukusan dan dandang dimaksudkan agar nasi menjadi lembut dan pulen.

Pada saat sekarang peralatan pembuatan nasfini berkembang dan digantikan dengan alat bertenaga listrik. Meskipun prinsip kerjanya sama, hasil yang diperoleh menjadi lebih cepat dan dalam prosesnya tidak perlu memindahkan nasi ke dalam kukusan. Bedanya ialah beras yang sudah dicuci tidak perlu dipindah-pindahkan lagi, cukup di tempat itu saja dan langsung menjadi nasi yang siap dikonsumsi.

Incoming search terms:

  • definisi nasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • definisi nasi