Advertisement

Proses pembuatan perahu terdiri dari tiga tahap:

  1. Tahap pertama orang mencari pohon Dipterocarp setinggi 50-60 m dalam kawasan hutan sungai Mangkutup dan Mutoi sekitar 150-250 km dari pantai. Di hutan-hutan inilah para pembuat perahu yang berasal dari desa Manusop dan Sungai Dusun memilih dan menebang serta membuat bakal jukung dengan menggunakan perkakas yang biasanya digunakan untuk mengeruk bagian dalam pohon, dan selanjutnya dipindahkan ke sungai-sungai yang terdekat melalui rel tradisional.
  2. Bakal jukung kemudian dikerjakan lebih lanjut di Manusop dan Sungai Dusun (letaknya sekitar 70 km dari laut). Di sini para pekerja dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja yang masing-masing terdiri dari empat hingga lima orang. Pekerjaan mereka adalah menyelesaikan pengerukan bagian dalam dan bagian luar bakal jukung agar tercapai bentuknya sebagai jukung yang kedua ujungnya lancip. Mereka juga menipiskan badan jukung sehingga siap untuk dibuka dengan menggunakan api.
  3. Setelah proses pembukaan dengan menggunakan api selesai, bakal jukung ini siap dibawa ke Pulau Alalak dekat Banjarmasin, yaitu tempat pembeli dan pengrajin jukung. Di tempat ini pengrajin meneruskan mengolah sampung, panggar, penapih, dan sebagainya sehingga jukung tersebut menjadi perahu jenis tertentu yang dikehendaki pembuatnya.

Advertisement
Advertisement