Advertisement

Terletak di desa Braban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Propinsi Bali. Pura ini berada di atas sebuah “pulau” karang, lebih kurang 100 meter dari tepi pantai. Konon, Pura Tanah Lot didirikan sekitar abad ke-16 atas petunjuk Dang Hyang Nirartha yang datang dari Jawa Timur. Dalam perjalanannya menelusuri pantai selatan Pulau Bali, dia sampai di tempat ini. Ketika sedang melakukan semadi, dia merasakan getaran-getaran dan melihat sinar suci. Dia lalu menyarankan agar dibuat bangunan suci di tempat itu, dan kini disebut Pura Tanah Lot.

Tanah Lot adalah suatu batu karang menyerupai gili kecil dikelilingi laut yang berombak besar. Sebagian dari batu karang ini berlapis tanah sehingga tumbuh-tumbuhan bisa hidup di atasnya. Bila air laut pasang, pura ini tampak seolah-olah berada di tengah laut. Pada tebing sebelah selatan dan utara, di bagian bawahnya tampak lubang-lubang berbentuk gua. Pada lubang-lubang gua tersebut dapat dijumpai beberapa ekor ular yang sama sekali tidak boleh diganggu.

Advertisement

Pura Tanah Lot ramai diziarahi pada saat dilakukan upacara Piodalan yang jatuh pada hari Rabu (Buda) Wage Langkir, menurut penanggalan Hindu Bali. Umat Hindu yang hendak menghaturkan sesajen harus berjalan kaki membelah gelombang laut untuk mencapai pura tersebut, kecuali bila air laut surut. Mengingat ganasnya gelombang laut selatan yang terus-menerus menerpa dinding-dinding karang Tanah Lot sehingga tempat itu terancam erosi berat, dilakukan langkah penyelamatan yang dimulai bulan AgUStUS 1987.

 

Incoming search terms:

  • terjemah PURA TANAH LOT

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • terjemah PURA TANAH LOT