Advertisement

SEJARAH TIMBULNYA GOTONG ROYONG
Walaupun kini frekwensi munculnya istilah gotong royong sudah tidak lagi sebesar waktu dalam zaman Soekarno, toh ada beberapa cendekiawan yang dalam suatu diskusi mengenai aspek-aspek sosial budaya dalam pembangunan, secara serius mengajukan pertanyaan: “Apakah sebenarnya gotong royong itu?”.
Konsep gotong royong yang kita nilai tinggi itu merupakan suatu konsep yang erat sangkut pautnya dengan kehidupan rakyat kita sebagai petani dalam masyarakat agraris. Istilahnya Jawa; tetapi rupa-rupanya rakyat kita sebagai petani dalam masyarakat agraris. Istilah Jawa tetapi rupa-rupanya amat tua. Prof. Zoetmulder berkata, bahwa dalam seluruh kesusastraan Jawa kuno maupun Jawa Madya (kakawin hidung dan sebagainya) sudah pasti tidak ada istilahnya. Rupa-rupanya juga dalam kesusastraan Jawa Baru (Babad, Serat dan sebagainya) istilah itu tidak ada.
Tidak adanya suatu istilah dalam kesusastraan, tentu belum berarti bahwa dalam kenyataan bahasa sehari-hari antara rakyat di desa-desa, istilah itu juga tidak ada. Hanya saja dari mana di Jawa istilah itu berasal, tidak jelas lagi, di berbagai daerah di Jawa dan istilah-istilah khusus yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Istilah gotong royong untuk pertama kali tampak dalam bentuk karangan-karangan tentang aspek-aspek sosial dari pertanian (terutama di Jawa Timur) oleh para ahli pertanian Belandalulusan Wagenoingen.

Advertisement
Advertisement