Advertisement

SIFAT KEBUDAYAAN JEPANG
Pertanyaan yang sampai sekarang masih juga seeing dilancarkan orang, sebenarnya didasarkan pada logika bahwa orang Jepang seperti halnya orang Indonesia, juga merupakan suatu bangsa Asia yang tidak beragama Kristen Protestan.
Karena itu, bangsa Jepang tentu kurang lebih sama sifatnya dengan bangsa kita. Di tambah pula, masyarakat Jepang menilai tinggi budayanya, gotong royong, dan mereka pada umumnya seperti kita juga mempunyai suatu mentalitas yang berorientasi vertikal ke arah atasan, ke arah orang-orang senior, dan orang-orang berpangkat tinggi. Dengan sendirinya banyak orang mengira bahwa cara-cara yang telah dipergunakan orang Jepang dalam membangun ekonominya dapat kita tiru.
Dalam kenyataan, perbandingannya tidak semudah itu, dan saya berpendirian bahwa kita tidak bisa meniru Jepang. Hal itu disebabkan karena orang Jepang mulai membangun ekonominya sudah 100 tahun yang lalu, dalam suatu keadaan dunia yang sangat berbeda daripada sekarang dan di mana kesempatan dan ruang gerak untuk pembangunan masih sangat terbuka. Memang dalam usaha ekonomi pada umumnya faktor kesempatan adalah sangat penting untuk dapat\ maju, di samping faktor kesempatan, budaya Jepang mempunyai beberapa sifat yang tidak ada dalam kebudayaan Indonesia, sedangkan suatu persentase besar orang Jepang mempunyai sifat yang jelas tidak atau belum dimiliki oleh sebagian besar orang Indonesia.
Sifat-sifat itu adalah:
1. Keseragaman yang amat besar dari kebudayaan Jepang.
2. Pendorong psikologis yang memberi motivasi kepada orang Jepang untuk membangun satu abad yang lalu.
3. Kesiapsiagaan mental orang Jepang pada saat pembangunan di mulai, terutarna karena sifat hemat mereka.
4. Sistem hukum adat warisan masyarakat Jepang yang amat cocok untuk memecahkan masalah tenaga kerja pada permulaan pembangunan.
5. Agama Shinto yang amat mendorong kegiatan manusia dalam dunia yang fana ini amat cocok untuk pem-bangunan.

Advertisement
Advertisement