Advertisement

Freud lahir 6 Mei 1856 di Schlossergasse, Moravia, sebuah kota kecil di wilayah yang termasuk Cekoslovakia (Freud, 1959 [1925]). Orang tuanya Yahudi, dan ia sendiri seorang agnostik (tidak peduli apakah Tuhan itu ada atau tidak) yang mempertahankan identitas Yahudinya. Keluarganya pindah ke Wina ketika ia berusia empat tahun, dan Freud tinggal di sana sampai tahun 1938, ketika ia terpaksa pindah ke London (Hamstead) akibat kejaran Nazi. Setahun kemudian, 23 September 1939, Freud meninggal. Meskipun orang tuanya tidak kaya, Freud sebagai anak tertua tidak dituntut untuk mencari karir yang bisa menghasilkan banyak uang. Bertolak dari teori-teori Darwin, Freud melihat harapan baru untuk memahami hakikat manusia. On Nature karya Goethe membangkitkan minatnya untuk menjadi seorang ahli ilmu alam dan memperkuat motivasinya masuk ke sekolah kedokteran. Namun minat Freud atas ilmu-ilmu sosial, interaksi manusia, proses perkembangnnya dan sejarah kuno juga telah nampak di masa kanak- kanak dan mudanya. Semuanya memperkaya warna disiplin ilmu yang diciptakannya: psikoanalisis. Semasa di bangku universitas, ia berulangkah kecewa karena diperlakukan tidak adil hanya karena ia Yahudi. Begitu ia diperbolehkan bekerja di laboratorium psikologi Ernst Brucke ia langsung menemukan idola, bukan cuma Brucke, tapi juga para asistennya, yakni Sigmund Exner dan Ernst Fleischl von Marxow. Brucke menugasi Freud menangani studi histologi sistem syaraf, yang sudah digarapnya secara independen sebelumnya. Di tahun 1882, setelah 6 tahun Freud di laboratorium, Brucke mendorongnya mengambil jalur klinis dan meninggalkan karir riset demi memperbaiki isi dompetnya yang di mata Brucke kelewat tipis. Freud lalu bergabung ke rumah sakit umum di Wina. Di sana ia bekerja di Institut Anatomi Otak Manusia yang memungkinkannya terus mengembangkan minat dalam neurohistoriologi dan menerbitkan makalah-makalah pendek yang bernas. Atasannya, Prof. Theodore Meynert, ikut mendorongnya untuk terus menekuni studi anatomi otak manusia. Di tahun 1882, Josef Breuer, teman Freud, memberitahukan karyanya tentang seorang pasien yang menderita gejala histeria. Breuer menghipnotis pasien itu dan memintanya untuk menceritakan apa yang ada di benaknya. Apa yang diceritakannya dalam keadaan tidak sadar itu begitu banyak, dan tidak bisa diulanginya dalam keadaan sadar (tanpa hipnosis). Kasus pasien Anna O. (nama aslinya Bertha Pappenheim) itu menjadi pijakan bagi penciptaan teknik pengobatan yang menjadi inti psikoanalisis: asosiasi bebas (free association). Pada tahun 1885, Freud mendapat hadiah perjalanan wisata dan ia pergi ke Paris. Di sana ia menimba ilmu di Salt Petriere milik ahli neurologi terkemuka Jean-Martin Charcot. Minat Freud terhadap karya Breuer mendorongnya untuk mendalami studi Charcot tentang histeria. Charcot secara cukup meyakinkan mendemonstrasikan orisinilitas fenomena histeria dan kesesuaiannya dengan dalil-dalil ilmu kedokteran, lebih tingginya frekuensi histeria di kalangan kaum pria (ini bertentangan dengan teori sekarang), produksi kelumpuhan histeris dan kontraksi hipnotis, serta hal-hal yang mengakibatkan trauma. Freud memutuskan untuk mempelajari ilmu kejiwaan secara lebih mendalam. Sebelum kembali ke Wina. ia mampir ke Berlin selama beberapa minggu untuk belajar tentang gangguan jiwa di masa kanak-kanak, yang tulisannya ia terbitkan beberapa tahun kemudian. Sejak 1886 ia menetap di Wina sebagai dokter. Ia menikahi Martha Bernay, seorang ahli penyakit syaraf kenamaan. Buah pemikirannya, termasuk yang dirumuskannya bersama Charcot, belum diterima oleh komunitas medis di Wina. Temuan-temuan pentingnya seperti bahwa histeria di kalangan pria adalah langka (ini bertentangan dengan pendapat umum di masa itu, namun terbukti benar pada era berikutnya) masih diabaikan, dan Freud belum berhasil menembus tembok pengucilannya. Ia tidak disertakan dalam riset- riset laboratorium, kegiatan-kegiatan perkuliahan, ataupun pertemuan-pertemuan kalangan profesi kedokteran. Peluang terapi Freud juga terbatas, meskipun ia kreatif dalam penggunaan metode, mulai dari elektroterapi hingga hipnosis. Lambat laun Freud kian mendekati bidang psikologi. Dari pengalamannya di Paris, ia tahu hipnotis cukup manjur sebagai metode pengobatan, khususnya untuk penyakit-penyakit mental. Di tahun 1889 ia pergi ke Nancy guna mempelajari teknik terapi kejiwaan dengan sugesti atau tanpa sugesti yang dikembangkan oleh Liebaultdan Bernheim. Dalam otobiografinya (1925) Freud menulis “Saya mendapat kesan adanya proses mental kuat yang tersembunyi dalam kesadaran manusia. Ini merupakan pernyataan pertama Freud atas penemuan monumentalnya tentang alam bawah sadar. Pada awal 1890-an Freud mencoba membujuk Breuer untuk meneliti lagi masalah histeria, dan menyebarkan penemuannya dari kasus Anna O. Hasilnya lahir Studien uber Hysterie (1895) atau “Studi Tentang Histeria” yang merupakan karya bersama Breuer dan Freud mengenai sebab dan pengobatan gejaia-geiala histeria. Freud berhasil menjelaskan kondisi-kondisi alam bawah sadar secara rinci dan dari kajian itu ia memperkenalkan dua konsep kunci, yakni gejala yang bersumber dari pembatasan pikiran, dan adanya energi tersendiri di situ. Breuer mencoba mengaplikasikannya dan memadukannya dengan pengalamannya ketika menangani kasus Anna O. Penemuan itu kemudian dirangkum oleh Freud dalam bukunya yang berjudul Studies on Hysteria. Meskipun serangkaian riset klinis dewasa ini membuktikan bahwa teknik tersebut tidak begitu efektif, namun munculnya buku tersebut merupakan momentum kelahiran psikoanalisis. Breuer akhirnya memutuskan untuk menekuni bidang pengobatan psikologis, sedangkan Freud yang kecewa akibat sambutan dingin kalangan kedokteran jiwa terhadap terbitnya Studies on Hysteria, memutuskan untuk meneruskan studinya sendiri. Ia menemukan bahwa gangguan kejiwaan ternyata selalu berkaitan dengan pengalaman emosional. Hal baru yang diungkapkannya adalah adanya unsur dalam setiap persoalan kejiwaan. Freud pun terdorong untuk mempelajari apa yang disebut dengan neuratenik dan histeria secara lebih serius. Studi Freud terhadap pasien Breuer Anna O. membawanya pada penemuan konsep “transferensi” yang merupakan kunci psikoanalisis klinis dan terapan. Menurut pendapat Freud, seorang analis atau dokter jiwa hanya dapat mengobati pasiennya jika ia bisa membangkitkan hubungan emosi dengan si pasien, seperti halnya hubungan emosional antara seorang anak dengan orang tuanya. Analisis transferensi inilah yang kemudian menjadi instrumen analitis yang paling bermanfaat. Penemuan ini mendorong Freud meninggalkan metode hipnotis dan ia mengembangkan prosedur-prosedurnya sendiri yang kemudian menjadi teknik utama yang digunakan dalam psikoanalisis dewasa ini. Pasien berbaring di sebuah sofa sedangkan si analisis duduk di sebelahnya. Dengan pengaturan seperti ini pasien diharapkan dapat melakukan asosiasi bebas dan si analis mencoba melacak pola-pola tranferensi, keterikatan antara segenap pikiran, perasaan, impian dan berbagai produk proses asosiatif yang dijalani pasien. Begitu meninggalkan metode hipnotis, Freud menyadari akan adanya kekuatan-kekuatan yang disebutnya “resistan” yang menyembunyikan berbagai pola keterikatan dan koneksi penting dalam alam sadar. Dari sinilah Freud beranjak untuk menggali alam bawah sadar yang diyakininya menyimpan berbagai informasi yang penting untuk diketahui seorang analis untuk mengobati pasiennya. Freud menganggap represi atau penindasan sebagai suatu mekanisme pertahanan, yang fungsinya setara dengan sinyal-sinyal fisik untuk menghindari konflik eksternal. Mekanisme dan energi yang dikerahkan pun bagi Freud identik. Teori represi ini kemudian menjadi batu pijakan penting bagi upaya pemahaman jaringan syaraf yang selanjutnya mempengaruhi pula metode-metode terapinya. “Model topografi” yang dirintis Freud tentang alam pikiran membagi-bagi otak ke dalam alam bawah sadar dan alam pra sadar, satu ambang di bawah alam sadar. Model topografi ini kemudian dikembangkan menjadi “model struktural’ pikiran yang terdiri dari beberapa unsur utama yakni id. ego, dan ego ideal atau super ego. Ketika Freud melacak peng
alaman pribadi para pasiennya, ia terkejut karena peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa kanak-kanak sangat mempengaruhi kehidupan pasien di masa-masa selanjutnya. Impresinya terhadap pentingnya periode awal kehidupan manusia, yang informasinya kemudian tertanam dalam alam bawah sadar, meyakinkannya bahwa informasi dalam alam bawah sadar itu sangatlah penting karena dari situlah muncul berbagai gangguan emosi. Penegasan Freud bahwa sudah ada sejak awal kehidupan manusia menjadi konsep penting berikutnya dalam psikoanalisis meskipun hal itu juga menimbulkan kontroversi yang sengit.

Meskipun penemuan Freud tentang anak-anak ini didasarkannya pada psikoanalisis orang dewasa, riset-riset yang dilakukan kemudian oleh para psikolog mendapati banyak hal yang mendukung argumen Freud tersebut. Terlepas dari sifatnya yang kontroversial, penemuan Freud ini menjadi bahan perdebatan dan kajian selama berpuluh-puluh tahun kemudian. Freud juga memberikan kontribusi penting bagi berkembangnya studi tentang mimpi. Freud memang tertarik mempelajari arti atau makna serta pemanfaatan mimpi. Menurut Freud, mimpi sering dimanfaatkan untuk merasakan kepuasan atas sesuatu yang tidak pernah berhasil diwujudkan. Hal ini dijelaskannya dalam karya berikutnya yang berjudul Die Traumdeutung (1900) yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul The Interpretation of Dreams (1913).

Advertisement

Dalam Zur Psychopathologie desAlltagslebens (1904) atau The Psychopathology of Everyday Life, Freud menjelaskan pendapat-pendapatnya mengenai daya ingat manusia. Tindakan simptomatik dalam kehidupan sehari-hari atau perilaku-perilaku kecil yang sepintas lalu tidak berarti, menurut Freud sesungguhnya memuat makna yang dalam karena hal itu bertolak dari memori yang tertanam jauh dalam benak manusia. Studi tentang impian dan perilaku simptomatik ini ternyata berhubungan erat dengan situasi patologis dan fungsi kesehatan mental. Setelah 10 tahun Freud dan Breuer berpisah (dari 1895-6 hingga 1906-7) Freud sepenuhnya bekerja sendiri karena ia dikucilkan oleh kalangan akademisi Jerman dan Austria yang berpengaruh di masa itu. Pada 1900-2. kecerdasan Freud mulai menyebar dan sejumlah tokoh penting seperti Bleuler dan Jung, yang bekerja sama disebuah rumah sakit besar di Burgholzli dekat Zurich mulai menaruh minat pada psikoanalisis dan mereka mulai menerapkan teori-teori Freud. Mereka kemudian membuka jalan bagi Freud untuk memasuki kehidupan kelas atas di Wina. Pada tahun 1909. Freud, Jung dan Sandor Ferenczi, teman dekat Freud di Wina. memberi kuliah bersama di Universitas Clark di Worcester, Massachusetts. James J. Putnam, seorang ahli syaraf dari Harvard dan William James, tokoh kedokteran jiwa terkemuka, seringkah hadir dalam kuliah-kuliah Freud. Ceramah keliling Freud itu menandai kiprahnya di pentas internasional. Freud bahkan diakui sebagai tokoh penting dunia ketika penemuan-penemuannya dikembangkan secara melembaga setelah dibentuknya Asosiasi Psikoanalisis Internasional di tahun 1910 yang bertahan hingga sekarang. Selain menerbitkan jurnal-kurnal ilmiah, lembaga ini aktif mengadakan ceramah ke berbagai kota penting di dunia mulai dari Wina, Berlin, Moskow, New York, Zurich dan London. Freud dikagumi di mana-mana, sekalipun sebagian pengagumnya memutuskan untuk mengembangkan sendiri psikoanalisis sesuai dengan pemikiran mereka (misalnya Adler, Jung, Reich. Rank dan Stekel). Meskipun sudah terkenal Freud tetap rajin melakukan riset, dan secara bertanap para mahasiswa dan rekan-rekannya ikut mengembangkannya. Pada tahun 1923 Freud jatuh sakit akibat infeksi rahang sampai tutup usia. Setelah ia meninggal barulah terungkap betapa luas dan penting kontribusi yang diberikannya, la telah memberikan banyak sumbangan penting bagi kita dalam memahami seni. kesusasteraan, humor, psikologi agama, antropologi, mitos dan dongeng rakyat, peristiwa-peristiwa ritual, aspek- aspek emosional psikologi kelompok, filsafat, pendidikan, fungsi pengasuhan anak, dan pendidikan, khususnya pendidikan bagi mereka yang bukan dokter untuk menjadi ahli psikoanalisis. Secara bertahap namun pasti hasil riset seumur hidup Freud berkembang menjadi ilmu pengetahuan tersendiri. Freud adalah seorang yang brilian dan tekun. Ia bukan hanya seorang dokter klinis, namun juga seorang peneliti, teorisi dan penulis yang handal. Psikoanalisis yang diciptakannya memungkinkan kita untuk memahami perilaku-perilaku yang semula nampak irrasional. Kontribusinya bagi psikiatri, psikologi, sosiologi dan biologi tergolong monumental. Psikoanalisis terus berkembang sampai sekarang dan telah membuahkan banyak manfaat. Hasil karya seumur hidup Freud itu benar-benar tidak sia- sia, meskipun pengakuan dan perkembangan ilmu yang diciptakannya itu baru berlangsung setelah ia sendiri meninggal.

Incoming search terms:

  • mengenal dan memahami siapa itu sigmund freund?
  • apa yang dimaksud dengan topografi freud
  • mengenal siapa itu sigmund freud
  • profesi freud
  • sigmund freud artinya

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • mengenal dan memahami siapa itu sigmund freund?
  • apa yang dimaksud dengan topografi freud
  • mengenal siapa itu sigmund freud
  • profesi freud
  • sigmund freud artinya