Advertisement

Istri Ramawijaya atau Prabu Rama. Sinta, yang aslinya dieja Sitta, termasuk tokoh sentral dalam cerita Ramayana buah karya pujangga India, Walmiki. Dalam pewayangan ia melambangkan tokoh yang setia pada suami, tetapi materialistik.

Sinta adalah putri Prabu Janaka dari Kerajaan Mantili. Tetapi versi lain menyebutkan bahwa sebenarnya Dewi Sinta adalah anak kandung Prabu Dasamuka alias Rahwana dari negeri Alengka. Menurut versi itu, sewaktu istri Dasamuka, yakni Dewi Tari, mengandung, para ahli nujum negeri itu meramalkan bahwa Sang Dewi akan melahirkan bayi perempuan yang kelak bila telah dewasa akan diperistri oleh ayah kandungnya sendiri.

Advertisement

Ramalan buruk ini amat merisaukan hati Gunawan Wibisana, adik bungsu Dasamuka, satu-satu nya saudara yang memiliki budi baik. Agar ramalan itu tidak menjadi kenyataan, waktu Dewi Tari melahirkan bayi perempuan, Wibisana mengambilnya ialu menghanyutkannya di sungai. Bayi itu kelak di-temukan dan diangkat anak oleh Prabu Janaka, raja Mantili. Sesudah itu dengan kesaktian yang dimilikinya Wibisana menciptakan seorang bayi pengganti, laki-laki, berasal dari segumpal awan. Bayi itulah yang kelak diberi nama Indrajid alias Megananda.

Setelah Dewi Sinta dewasa, ia dikawinkan dengan Rama Raghawa, putra Prabu Dasarata dari Kerajaan Ayodya. Namun tak berapa lama sesudah pernikahan itu, Dasarata mengusir Rama dan istrinya dari istana dan mengharuskannya berkelana di hutan. Pengusiran itu terjadi karena hasutan Dewi Kekayi, ibu tiri Rama. Dalam penderitaan itu mereka ditemani oleh Laks- mana, salah seorang adik tiri Rama.

Rama memimpin, dan mereka bertiga menyusuri kampung-kampung di tepi hutan, naik gunung, menuruni lembah, dengan menunaikan darmanya selaku satria titisan Wisnu yang harus memelihara kelestarian dan harmoni di dunia. Tetapi Rama kemudian melupakan darmanya sebagai titisan Wisnu manakala Dewi Sinta menginginkan seekor kijang berbulu emas. Kijang Kencana itu sesungguhnya adalah jelmaan dari Kala Marica, raksasa sakti suruhan Prabu Dasamuka, Raja Alengka.

Sesudah berpesan pada Laksmana agar menjaga keselamatan kakak iparnya, Rama mengejar Kijang Kencana. Tak berapa lama kemudian Sinta menyuruh Laksmana menyusul Rama. Waktu Laksmana menolak – karena tugas utamanya menjaga keselamatan Dewi Sinta – istri Rama itu malahan menuduh Laksmana diam-diam menaruh hati kepadanya. Ucapan Sinta ini menyebabkan Laksmana marah. Untuk membuktikan bahwa ia sama sekali tidak punya niat buruk terhadap kakak iparnya, Laksmana lalu memotong alat kelaminnya. Setelah itu ia pun menyusul Rama.

Beberapa saat setelah Laksmana pergi, Prabu Dasamuka muncul dan menculik Sinta. Dalam perjalanan menuju Kerajaan Alengka, seekor burung garuda bernama Jatayu mencoba menggagalkan penculikan itu. Namun Dasamuka berhasil mengalahkan Jatayu. Sebelum ajalnya, Jatayu sempat memberitahukan soal penculikan Sinta ini pada Rama dan Laksmana.

Di Istana Alengka Sinta selalu bertahan terhadap bujukan dan rayuan Prabu Dasamuka. Dalam tahanan itu Sinta ditemani dan dilayani oleh Trijata, anak Wibisana.

Setelah Rama membebaskannya 12 tahun kemu-dian, Dewi Sinta harus menjalani upacara pemba-karan diri, guna membuktikan pada rakyat Ayodya bahwa dirinya masih tetap suci, belum terjamah oleh tangan Dasamuka. Dalam upacara ini B atari Agni turun ke dunia dan menyelamatkan Dewi Sinta dari amukan api. Ini membuktikan bahwa Sinta benar-benar masih suci. Walaupun demikian, dugaan buruk terhadap permaisuri Ayodya itu masih saja tetap terdengar. Rama kemudian memutuskan untuk membuang Sinta ke hutan. Adiknya yang setia, Laksmana, ditugasi mengantar Sinta ke hutan. Ternyata sewaktu meninggalkan istana, Sinta telah mengandung. Di hutan ia melahirkan anak kembar yang diberi nama Kusa dan Lawa. Untuk ketiga kalinya Sinta harus membuktikan di-rinya benar-benar masih suci, dan Kusa serta Lawa adalah benar-benar putra Rama. Di hadapan Sri Rama serta pada brahmana di Ayodya, Sinta bersumpah mengenai kesuciannya. Dalam sumpah itu ia menyebutkan, bilamana benar dirinya masih tetap suci, tentu bumi pertiwi mau menerimanya. Tiba-tiba tanah pun merekah, dan dari dalam celah bumi muncul sebuah singgasana keemasan mengangkat tubuh Sinta, kemudian membawa tubuh istri Rama itu masuk ke dalam bumi. Sinta dijemput Dewi Pertiwi, penguasa bumi, dan tidak kembali lagi.

Incoming search terms:

  • kelak tegese
  • seketika terbelahlah bumi dan muncul dewi pertiwi diceritakan dalam

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kelak tegese
  • seketika terbelahlah bumi dan muncul dewi pertiwi diceritakan dalam