Ahli geodesi dan kepala tim yang menyelesaikan pekerjaan raksa­sa penelitian dan pengukuran tanah di India dengan trigonometri. Ia bersama timnya berhasil menemu­kan lokasi puncak tertinggi Pegunungan Himalaya dan menentukan ketinggiannya. Untuk menghormati­nya, puncak tertinggi ini dinamakan Puncak Everest (1865).

Everest menyelesaikan pendidikannya di akademi militer dan menonjol dalam bidang rekayasa. Tahun 1806 ia bergabung dengan East India Company, mas­kapai dagang Inggris yang memegang monopoli di India dan Timur Jauh pada waktu itu. Ketika Inggris menduduki Hindia Belanda (kini Indonesia), ia ditem­patkan di Pulau Jawa. Ia kembali ke India tahun 1816. Tahun 1918, ketika Inggris memulai penyelidikan dan pengukuran tanah secara besar-besaran di India, Eve­rest ikut ambil bagian. Tahun 1823, ia diangkat seba­gai pengawas kepala dan tahun 1830 menjadi kepala proyek. Sistem triangulasi gridiron yang diperkenal­kannya sangat membantu dalam pengukuran dan pe­nentuan ketinggian puncak-puncak Pengunungan Hi­malaya.