Advertisement

Sistem sawah pasang surut memang sudah dikenal oleh bangsa Indonesia khususnya di daerah-daerah tepi sungai atau di daerah dekat muara sungai. Sistem persawahan dengan sistem irigasi pasang surut ini mengandalkan arus sungai dan arus ombak pada daerah muara sungai. Pengolahan sawah di daerah tepi atau muara sungai amat berbeda satu sama lain.

Pada sistem pasang surut di muara, khususnya untuk daerah bergambut, usaha menyuburkan tanah dikerjakan dengan mencampur tanah yang akan digarap dengan kapur terlebih dahulu untuk menyeimbangkan pH tanah. Sistem ini didukung pula dengan pembakaran batang-batang pohon tua untuk menyuburkan tanah. Ombak laut dimanfaatkan untuk membendung aliran air sungai dari daratan. Untuk inilah diperlukan sistem buka-tutup secara otomatis dengan tenaga ombak laut yang datang menerpa pantai, sekaligus menutup pintu aliran irigasi atau sungai yang datang dari daratan, dan aliran dari daratan akan dialirkan ke lahan-lahan calon persawahan.

Advertisement

 

Advertisement