Advertisement

Sebagian besar berdiam di wilayah Kalimantan Tengah, Timur, Barat serta sebagian kecil di Kalimantan Selatan. Suku bangsa Dayak terdiri atas beberapa subsuku bangsa, antara lain Maanyan, Ngaju, Dusun Deyah, Lawangan, Murut. dan Bahau. Jumlah keseluruhan orang Dayak tidak diketahui dengan jelas, tetapi diperkirakan 20.000 orang.

Subsuku bangsa memiliki bahasa tersendiri. Orang Maanyan menggunakan bahasa Maanyan, orang Ngaju menggunakan bahasa Ngaju, dan sebagainya. Mata pencaharian utama mereka bercocok tanam di ladang dan sawah. Di samping itu mereka juga berburu dan menangkap ikan, serta memanfaatkan hasil hutan.

Advertisement

Garis keturunan ditarik secara patrilineal. Bentuk kekerabatan yang penting adalah keluarga luas. Keluarga luas menetap pada rumah besar yang disebut betang atau balai. Di rumah besar ini pulalah orang Dayak mengadakan upacara dan kegiatan keagamaan. Gabungan keluarga luas biasanya berorientasi pada satu nenek moyang asal yang sangat dihormati. Penghormatan terhadap roh nenek moyang berkaitan erat dengan sistem kepercayaan mereka.
Sistem kepercayaan orang Dayak, yang meliputi kepercayaan terhadap roh, disebut kaharingan. Mereka percaya bahwa roh orang mati akan menuju suatu tempat yang disebut Alam Datu Tunjung Punu Gamari. Untuk mencapai tempat itu, diperlukan upacara-upacara khusus untuk keselamatan para roh dan keluarganya yang masih hidup. Kegiatan dan upacara keagamaan dipimpin oleh walian (belian). Selain itu, ada pula pemimpin informal lain, misalnya pangulu, mantir, dan pembakal.

Secara keseluruhan, sistem pengetahuan orang Dayak dikaitkan dengan sistem kepercayaan mereka. Pengetahuan tentang bertani, ilmu gaib, dan sebagainya selalu dikaitkan dengan kepercayaan tentang roh nenek moyang. Dengan demikian, hasil-hasil budaya orang Dayak juga berkaitan dengan kepercayaan tentang roh tersebut. Kesenian mereka umumnya dibuat untuk keperluan upacara adat dalam rangka menghormati nenek moyang dan menuntun roh orang mati ke tempat yang ditujunya. Upacara yang menonjol adalah yang berkaitan dengan roh, yakni upacara membatur dan membuntang.

Advertisement