Advertisement

Salah satu suku bangsa asal di Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Wilayah kediaman mereka terletak di bagian tenggara Kabupaten Aceh Timur, yang dahulu merupakan wilayah administratif Kewedanaan Tamiang, dengan luas 7.760 kilometer persegi. Sekarang bekas kewedanaan itu terbagi ke dalam enam kecamatan, yaitu Kecamatan Kualasimpang, Bendahara, Karangbaru, Seuru- way, Kejuruanmuda, dan Tamiang Hulu.

Nama tamiang berasal dari kata itam yang berarti “hitam” dan mieng yang berarti “pipi”. Sebutan ini timbul karena seorang raja dari Kerajaan Tamiang yang bernama Raja Muda Sedia (1330-1352) mempunyai tanda hitam pada pipinya. Versi lain menyatakan bahwa nama tamiang berasal dari nama sebuah pulau yang berada di Kepulauan Riau, tempat asal leluhur orang Tamiang. Pada masa lalu di negeri Tamiang terdapat sejumlah kerajaan. Sampai berakhirnya kekuasaan Belanda di Indonesia, di kalangan masyarakat Tamiang ada beberapa kerajaan kecil, seperti Kerajaanmuda, Karang Baru, Bendahara, Sungai Yu, dan Seuruway.

Advertisement

Orang Tamiang memiliki bahasa sendiri, yaitu bahasa Tamiang, yang 87 persen kosakatanya memiliki persamaan dengan bahasa Melayu. Bahkan ada yang menyatakan bahwa bahasa Tamiang merupakan salah satu dialek dari bahasa Melayu. Kediaman penutur bahasa ini secara geografis memang berdekatan dengan wilayah kediaman orang Melayu Langkat di Propinsi Sumatra Utara. Di daerah Tamiang ini sejak beberapa dasawarsa yang lalu berdiam anggota beberapa kelompok etnik yang lain. sehingga untuk komunikasi mereka cenderung lebih banyak menggunakan | bahasa Indonesia.

 

 

Advertisement