Advertisement

Pernah merajai dunia media massa di Jawa Timur selama beberapa dasawarsa dengan tirasnya yang terbesar di antara seluruh surat kabar di propinsi itu, sebelum tersaingi oleh Jawa Pos dan Surya yang juga diterbitkan di Surabaya. Harian siang yang diterbitkan sejak tanggal 1 April 1953 ini, pada tahun 1990 bertiras sekitar 90.000 eksemplar, sedangkan harian pagi Jawa Pos, sejak dibeli oleh PT Grafiti Pers dari Jakarta pada tahun 1982 tumbuh pesat dari hanya 7.500 menjadi sekitar 280.000 eksemplar- tiras tertinggi dari seluruh surat kabar daerah di Indonesia. Grafiti Pers adalah penerbit sejumlah majalah seperti Tempo, Matra, dan Swasembada. Demikian pula Surya, sejak diubah dari mingguan menjadi harian pada tahun 1989, dapat menaikkan tirasnya menjadi lebih dari 100.000 eksemplar pada tahun 1990. Perubahan jadwal terbit itu dilakukan setelah diadakan kerja sama manajemen dan keredak- sian antara penerbitnya yang lama, Kelompok Pos Kota dari Jakarta, dan Kelompok Kompas-Gramedia, juga dari Jakarta.

Walaupun tertinggal dalam jumlah tiras oleh Jawa Pos dan Surya, harian yang bersikap independen ini masih tetap berpengaruh di daerah Jawa Timur. Seperti banyak surat kabar daerah lainnya, Surabaya Post juga mempunyai kantor perwakilan di Jakarta. Harian ini kini dipimpin oleh Toety Azis, yang menjabat pemimpin umum dan pemimpin redaksi. Surat kabar ini didirikan oleh suaminya, Abdul Azis, seorang wartawan terkemuka di Jawa Timur, yang meninggal pada tahun 1984.

Advertisement

Advertisement