Advertisement

Adalah surat kabar harian nasional yang diterbitkan pagi hari di Jakarta dan merupakan organ Golongan Karya (Golkar) sejak saat kelahirannya pada tanggal 11 Maret 1971, tepat pada hari ulang tahun kelima Surat Perintah 11 Maret. Para pembacanya terutama pegawai negeri, yang tergabung dalam Korps Pegawai RI (Korpri), organisasi kemasyarakatan yang menjadi salah satu pendukung utama Golkar. Pada tahun 1990, harian ini bertiras sekitar 150.000 eksemplar.

Walaupun Suara Karya merupakan “koran pemerintah”, tak urung surat kabar ini pernah diperingatkan oleh Departemen Penerangan setelah memuat tulisan berjudul “Sejumlah Dukun Asal Indonesia Dikerahkan Bankir Dari London Menguras Harta Sultan Bolkiah” (dari Brunei Darussalam). Isi tulisan yang dimuat dalam edisi hari Minggu tanggal 4 Juni 1989 itu serupa dengan yang disiarkan majalah berita Editor edisi 27 Mei 1989. Kedua media ini mendapat surat peringatan pada tanggal 27 Juni, karena tulisan itu “dapat menyinggung perasaan kepala negara dari anggota ASEAN.” Menurut Departemen Penerangan, tulisan itu dikutip dari buku atau majalah luar negeri “tanpa melalui seleksi yang cermat.” Dikatakannya pula bahwa “pers ASEAN seharusnya tidak mengembangkan tulisan-tulisan yang dapat menyino gung perasaan kepala negara dari anggota ASEAty bahkan hendaknya memelihara solidaritas ASHAfj sesuai dengan kesepakatan para menteri penerangan ASEAN dalam rangka peningkatan kerja s:; ria ASH AN di bidang pers.”

Advertisement

Walaupun sikapnya mencerminkan pandangan Golkar, Suara Karya selama tahun-tahun belakangan tampak berusaha untuk menjadi surat kabar umum yang dapat diterima oleh pembaca dari lapisan masya- rakat seluas mungkin. Dalam usaha menarik perhatian lebih banyak pembaca, harian ini secara tetap memuat foto-foto berwarna di halaman depan dan belakang sejak pertengahan bulan Juni 1988. Harian ini mem-punyai percetakan sendiri sejak tahun 1986. Suara Karya membuka kantor perwakilan di sejumlah kota besar seperti Bandung, Semarang, Surabaya. Denpasar, Ujungpandang, dan Medan.

 

Advertisement