Talcott Parsons, (1902-79)

Talcott Parson, anak seorang pendeta anggota himpunan Gereja Kristen di Colorado, adalah ahli sosiologi Amerika yang paling berpengaruh. Ia mempelajari biologi dan filosofi di Amherst College dan kemudian menyelesaikan studi bidang ilmu sosial di London Schools of Economics serta di Heidelberg. Pada tahun 1927 ia bergabung dengan jurusan ekonomi Harvard, kemudian tahun 1931 pindah ke jurusan sosiologi yang baru saja didirikan. Ia menjadi ketua jurusan sosiologi pada tahun 1944 dan dua tahun kemudian menjadi ketua jurusan hubungan sosial yang baru terbentuk, jabatan yang dipegangnya sampai tahun 1956. Parson resmi pensiun pada tahun 1973 tetapi tetap menulis sampai meninggalnya di Munich tahun 1979. Ia dikenal sebagai peramu teori-teori ilmu-ilmu sosial pada umumnya dan sosiologi pada khususnya. Karena menyadari kekuatan-kekuatan sosiokultural sebagai hal dominan yang membentuk aktivitas manusia, Parsons memandang sosiologi mempunyai peran mengintegrasikan berbagai analisis psikologi, politik dan ekonomi ke dalam ilmu tentang tingkah laku manusia. Sosiologi juga menyediakan asumsi-asumsi pembatas bagi ilmu- ilmu sosial lainnya (seperti spesifikasi ketidasempurnaan pasar).

Buku pertama Parsons, The Structure of So-cial Action (1937), memberikan penilaian mengenai sumbangan Marshall, Pareto, Durkheim dan Weber pada sosiologi. Para pemikir tersebut, menurut Parsons, mempunyai pandangan yang berbeda-beda tapi bertumpu pada upaya pencarian solusi atas masalah yang menyebabkan masyarakat tidak dicirikan berdasarkan Perang Hob- besian yaitu semua melawan semua. Menurut Parsons, kesimpulan mereka adalah masyarakat memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang sama. Karya berikutnya, khususnya The Social System (1951), Towards a General Theory of Action (1951) serta Family, Socialization and Interaction Process (1955) mengembangkan pentingnya integrasi struktur normatif bersama terhadap penyusunan kebutuhan manusia untuk memungkinkan terciptanya tatanan sosial. Bagi Parsons, struktur meliputi elemen-elemen paling permanen dalam masyarakat. Elemen-elemen ini ia identifikasi sebagai nilai-nilai, norma-norma, kolektivitas dan peran-peran yang dimiliki masyarakat. Perhatian pada individu-individu yang tersosialisasi dalam struktur masyarakat memberikan aksen konservatif pada pemikiran Parson.

Menurut Parsons, ada 4 fungsi yang harus dilaksanakan agar suatu struktur sosial dapat bertahan, yaitu adaptasi; pencapaian tujuan; integrasi dan pemeliharaan pola atau manajemen ketegangan. Masyarakat cenderung mendiferensiasi fungsinya untuk menciptakan institusi-institusi khusus yang hanya berspesialisasi pada satu fungsi. Ekonomi bersifat adaptif, proses pemerintahan mengkhususkan diri pada upaya pencapaian tujuan, sistem stratifikasi bersifat integratif sementara pendidikan dan agama memfokuskan pada pemeliharaan pola. Perubahan sosial terpenting dalam sejarah manusia adalah evolusi bertahap dari masyarakat yang mempunyai diferensiasi fungsional lebih besar. Agar proses evolusi ini berhasil, harus ada peningkatan adaptasi, cakupan dan generalisasi nilai-nilai. Meningkat-nya spesialisasi akibat diferensiasi fungsional makin memungkinkan terjadinya peningkatan adaptasi. Cakupan ini mengacu pada proses (seperti perluasan waralaba) yang membuat masyarakat memberikan komitmen pada struktur-struktur baru yang lebih terspesialisasi. Akhirnya, nilai- nilai harus bisa digeneralisasi atau dinyatakan secara lebih abstrak dalam rangka melegitimasi berbagai aktivitas.

Parsons melihat uang, kekuasaan, pengaruh dan komitmen sebagai suatu media simbolis yang digeneralisasi menjadi perantara perubahan-perubahan antar sektor dalam masyarakat. Kekuasaan didefinisikan sebagai kapasitas untuk mencapai hasil. Ia mengembangkan analisis kekuasaan yang didasarkan pada keberadaannya sebagai sistem politik yang sejajar dengan uang. Angkatan bersenjata setara dengan emas yang menjadi pendukung mata uang. Artinya, angkatan bersenjata merupakan pendukung bagi kekuasaan, tetapi apabila sering digunakan akan merusak sistem politik. Inflasi dapat merusak kekuasaan sebagaimana inflasi bisa menghancurkan mata uang.

Perhatian utama Parsons bervariasi, mulai dari masa Jerman di bawah Nazi, zaman Yunani Kuno sampai kelas-kelas di sekolah modern. Banyak analisisnya terbukti sangat berpengaruh. Yang patut dicatat adalah analisisnya mengenai kondisi sakit sebagai suatu penyimpangan yang dilegitimasi, mengenai McCartyisme sebagai suatu respons terhadap ketegangan dalam masyarakat Amerika akibat dari asumsi bahwa AS mempunyai tanggung jawab sebagai kekuatan dunia, mengenai tekanan-tekanan dalam masyarakat Amerika yang menuntut status kewarganegaraan penuh bagi penduduk kulit hitam Amerika, dan mengenai sekularisasi sebagai akibat meningkatnya perbedaan-perbedaan fungsional. Analisis Parsons mengenai bisnis dan profesi melibatkan penggunaan salah satu klasifikasinya yang terkenal, yaitu variabel-variabel pola (pattern variables). Empat variabel pola yang dapat dipakai untuk mendeskripsikan segala peran hubungan adalah affectivity us neutrality, specificity vs diffuseness universalism us particularism dan quality vs performance. Hubungan bisnis antara seseorang dengan kliennya identik dengan hubungan seorang profesional dengan kliennya apabila hubungan ini diklasifikasikan dengan menggunakan variabel-variabel pola. Setiap kelompok berhubungan secara netral, spesifik, universal dan dalam keadaan klien melakukan kinerja yang diharapkan. Dari sudut pandang ini, orang bisnis memiliki kesamaan dengan profesional, di mana peran mereka saling tumpang tindih. Jadi, analisis ini lebih baik daripada melihat profesional sebagai orang yang altruistis dan sangat berbeda dari orang-orang bisnis yang egoistis.

Parsons sangat berpengaruh pada sosiologi Amerika. Bukunya The Structure of Social Action merupakan presentasi berbahasa Inggris pertama yang menonjol mengenai kajian Weber dan Durkheim serta membantu menjadikan ide-ide kedua tokoh itu sebagai bagian utama dari warisan sosiologi Amerika. Banyak analisis dan konsep Parsons yang diterima luas, meski hanya sedikit yang bisa menerima posisi Parsons sepenuhnya. Pada tahun 1940-an dan 1950-an, ia merupakan teoritisi Amerika yang dominan. Pada tahun 1960- an, ide-idenya mendapat banyak kecaman karena dianggap tidak mampu menghadapi perubahan. Tapi, kritik-kritik tersebut dinilai terlalu simplistik. Karyanya terus diteliti dalam kerangka solusi-solusi yang ia tawarkan untuk menghadapi berbagai dilema dalam membuat teori tentang suatu masyarakat.

Incoming search terms:

  • menurut talcott parsons masyarakat adalah
  • pengertian kekuasaan menurut parson
  • pengertian masyarakat menurut talcott parsons

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • menurut talcott parsons masyarakat adalah
  • pengertian kekuasaan menurut parson
  • pengertian masyarakat menurut talcott parsons