Advertisement

Terletak sekitar 10 kilometer sebelah timur kota Sumedang, Propinsi Jawa Barat. Taman wisata ini merupakan sebuah gunung dengan ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Selain terkenal sebagai kawasan wisata alam, tempat ini juga memiliki nilai sejarah bagi rakyat Sumedang. Konon Gunung Tampomas merupakan salah satu tempat penting yang berkaitan dengan sejarah asal-usul kota Sumedang.

Bagian selatan yang meliputi puncak Gunung Sangiang Taraje merupakan daerah terbuka yang sedang mengalami penghutanan kembali; sedangkan bagian utara merupakan hutan rimba yang didominasi oleh pohon nangsi, kondang, dan congrata. Selain itu dapat ditemukan pula beberapa jenis anggrek yang menempel di atas pohon berlumut.

Advertisement

Di puncak Gunung Sangiang Taraje terdapat ma-kam yang dianggap keramat oleh penduduk, yaitu makam Dalem Samiaji dan Kiai Santang yang masih merupakan keturunan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Karena makam itu dianggap keramat, setiap bulan Maulud banyak orang berkunjung untuk berziarah, bahkan tidak sedikit peziarah yang berdatangan dari luar kota Sumedang.

Di puncak Tampomas ini, pada salah satu tebing, terdapat sebuah lubang memanjang dan sangat dalam, diduga bekas kepundan yang tidak aktif lagi. Namun menurut hikayat, lubang ini terjadi akibat sabetan keris Prabu Geusan Ulun.

Di puncak Tampomas terdapat peninggalan kuno yang oleh penduduk setempat disebut “batu kasura”. Benda itu ternyata bagian dari punden berundak yang cukup unik.

Dua punden berundak ini masing-masing terletak di puncak tertinggi dan puncak kedua. Hampir seluruh bagian bangunan prasejarah ini tertutup oleh semak belukar dan pepohonan. Selain pemandangan yang indah berupa panorama pegunungan, terdapat berbagai jenis fauna, yaitu monyet, lutung, surili, dan beberapa jenis burung seperti caladi, canghegar, dan jalak.

Advertisement