Advertisement

Politikus yang menjabat Perdana Menteri Jepang (1972-1974). Sewaktu ia berkunjung ke Jakarta sebagai kepala pemerintahan (Januari 1974), meletus huru-hara yang kemudian dikenal dengan nama Peristiwa Malapetaka 15 Januari (Malari).

Tanaka dilahirkan di Nishiyama. Ketika berumur 15 tahun ia meninggalkan bangku sekolah dan bekerja sebagai pekerja bangunan. Dalam perkembangannya, ia mendirikan sendiri sebuah perusahaan konstruksi. Setelah menjalani dinas militer selama dua tahun di angkatan bersenjata semasa Perang Dunia II, ia kembali mengembangkan bisnisnya. Pada tahun 1945 per-usahaannya telah berkembang menjadi salah satu per-usahaan konstruksi terbesar di Jepang.

Advertisement

Tanaka terpilih pertama kalinya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 1947 dan dua tahun kemudian menjadi Wakil Menteri Kehakiman, pada tahun 1957 ia menjadi Menteri Perhubungan. Kariernya terus menanjak. Dalam tiga kabinet berikutnya ia menjadi Memori Keuangan seka- jjaus menjabat Sekretaris jenderal Partai Demokrat Liberal. Dengan bekal pengalaman yang dimilikinya, Perdana Menteri Sato Eisaku kemudian menunjuknya sebagai Menteri Perdagangan Internasional dan Industri (19~1). Selanjutnya, ia menggantikan Sato seba-gai Perdana Menteri (Juli 1972) dan mengundurkan diri pada bulan November 1974 karena adanya berbagai kecaman mengenai kehidupan pribadinya, terutama mengenai kekayaannya.

Advertisement