Advertisement

Teknik Disputasi

Sesudah pemrasaran (defendens) membentangkan tesis dan menyajikan bukti, penyanggah (obiciens) menjawab dengan suatu bantahan atau keberatan yang disajikan dalam bentuk siiogistik yang ketat. Pemrasaran mengulangi bantahan itu kata demi kata dan melontarkan penilaian terhadap setiap proposisi dari bantahan tersebut. Kalau dia menolak salah satu dari premis-premis, pihak penyanggah berkewajiban memberikan bukti bagi proposisi yang ditoiak itu. Sarana utama yang dapat digunakan untuk menghancurkan argumen-argumen tandingan yang keliru ialah distinct to (distingsi, pemilahan, pembedaan). Ini diterapkan pada istilah- istilah atau proposisi-proposisi yang ambigu, yang mungkin ter- kandung dalam argumen-argumen tandingan tersebut.

Advertisement

Advertisement