Advertisement

Sejak pertengahan abad XIX, wilayah Hindia Belanda telah terbuka bagi masuknya teknologi baru dari Eropa, yaitu mesin uap. Hasil kajian yang dilakukan sejarawan Belanda menunjukkan bahwa industri gula di Jawa merupakan salah satu industri yang menyerap teknologi mesin uap secara besar-besaran. Bahkan industri gula di Jawa disebut sebagai salah satu industri yang tidak tersaingi di kawasan Asia. Banyaknya pabrik gula di sekitar Surabaya menjadikan kawasan ini pada akhir abad XIX menjadi daerah pusat industri terkemuka di Asia (Lindblad, 2000:176-177). Setelah kapal-kapal dimodifikasi dengan tenaga uap pada 1830-an dan berkembang pada 1850-an, kereta api yang digerakkan dengan tenaga uap juga mulai beroperasi di Jawa Tengah pada 1860-an. Industri atau pabrik pengelolaan gula tidak lagi menggunakan tenaga binatang (kerbau atau sapi) yang memutar roda penggilas. Demikian juga kincir air berangsur-angsur ditinggalkan, karena tidak efisien. Pilihan penggunaan mesin uap untuk menggerakkan pabrik gula dimulai 1853. Pada 1871 tidak kurang dari 342 unit mesin uap digunakan dalam pabrik gula dan pada 1914 meningkat menjadi 1.350 unit. Kebanyakan mesin uap itu diimpor dari Inggris.

Dengan mulai ditemukannya minyak bumi pada 1887 di Surabaya, maka kebutuhan akan mesin uap untuk mengambil dan menyulingnya semakin besar, terutama untuk mendapatkan minyak tanah dan mengolah residu menjadi lilin parafin. Waktu itu di Wonokromo, di selatan Surabaya, banyak perusahaan yang menggunakan mesin uap untuk kegiatan penambangan minyak tanah. Tenaga uap juga dipergunakan di luar Jawa, terutama di Sumatra Timur dan Kalimantan Timur untuk industri pengolahan minyak bumi sejak akhir abad XIX.

Advertisement

Penemuan atau penggunaan gas sebagai penerangan jalan atau rumah dimulai sejak 1861. Pada 1863 didirikanlah Perusahaan Gas Hindia Belanda (.Nederlandsch Indische Gas Maatschappij). Pada 1871 Pabrik Gas didirikan di Surabaya.

Sementara itu, energi listrik mulai dipakai sebagai energi penerangan lampu listrik sejak 1897 di Batavia, kemudian disusul dengan pengoperasian kereta listrik pertama di Batavia 1899, di Solo 1902, di Malang 1910, di Surabaya 1912, dan di Semarang 1913. Pemerintah kemudian mendirikan perusahaan listrik dengan nama ANIEM (Alger,xene Nederlandsch Indische Electricitteits Maatschappij).

Incoming search terms:

  • mesin uap pabrik gula
  • Fungsi mesin uap di pabrik gula

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • mesin uap pabrik gula
  • Fungsi mesin uap di pabrik gula