MENGENAL TIPE DAN ANEKA RAGAM KELOMPOK MINORITAS – Banyak dari yang telah kita bahas dalam bab ini dapat diselidiki melalui penggunaan konsep kelompok minoritas. Suatu minoritas ialah suatu kelompok yang mempunyai sejumlah karakteristik pokok: minoritas timbul dalam batas-batas suatu masyarakat negara yang lebih besar; anggota-anggota dapat dibedakan secara fisik ataupun secarabudaya dari anggota-anggota kelompok lainnya dalammasyarakat yang sama; dan minoritas ini sampai tingkat tertentu mengalami perlakuan yang tidak sama dan tidak adil dalam tangan kelompok-kelompok lainnya itu. Kelompok lainnya, yang memberi perlakuan yang tidak sama kepada kelompok-kelompok minoritas, biasanya disebut kelompok mayoritas. Sebagaimana digunakan oleh para sosiolog istilah minoritas selalu berarti kenyataan bahwa kelompok demikian itu menempati suatu posisi sosial, ekonomi dan politik yang rendah di dalam suatu masyarakat yang lebih besar, dan janganlah diartikan dalam ukuran jumlah kelompok itu. Meskipun kebanyakan minoritas kecil dalam jumlah dibandingkan dengan kelompok-kelompok mayoritas, tapi tidak selalu demikian. Orang-orang Afrika di Republik Afrika Selatan, misalnya merupakan suatu minoritas yang sangat ditindas, namun mereka itu berjumlah duapertiga dari penduduk Afrika Selatan. Para sosiolog pada umumnya membedakan tiga jenis utama kelompok minoritas: minoritas rasial, etnik dan religius. Minoritas rasial ialah mereka yang dapat dibedakan sebagian besar atau semata-mata dalam hubungan dengan ciri-ciri biologisnya. Orang kulit hitam di Amerika Serikat dan orang Afrika dan kulit berwarna di Afrika Selatan merupakan contoh yang baik mengenai minoritas rasial. Minoritas etnik dapat dibedakan menurut warisan kebudayaannya bukannya menurut ciri biologisnya. Sejumlah besar bangsa modern mengandung minoritas-minoritas dalam batas-batasnya yang terbentuk melalui pergeseran politik yang konstan atau melalui imigrasi yang sistematis. Orang-orang Irlandia dan Italia di Amerika Serikat, orang-orang Hindia Timur di Afrika Selatan, dan orang Cina di Malaysia adalah beberapa contoh minoritas etnik yang terdapat di dunia ini. Minoritas religius ialah mereka yang terutama dapat dibedakan menurut tradisi keagamaan mereka. Orang-orang Yahudi di Amerika Serikat biasanya disebut minoritas demikian itu — meskipun mereka juga dapat dibedakan menurut garis etnik. Sesungguhnya, tipetipe minoritas itu sering tumpang tindih. Minoritas-minoritas rasial juga rnempunyai ciri-ciri yang berbeda secara kultural dan dengan demikian juga rnerupakan suatu minoritas etnik dan minoritas-minoritas etnik sering mempunyai tradisi-tradisi keagamaan yang berbeda yang membuat mereka terpisah. Kelompok-kelompok minoritas yang sesungguhnya tidak ada sebelum timbulnya negara dalam sejarah umat manusia (Wagley dan Harris, 1958). Ketika hal ini terjadi masyarakat tingkat negara memulai suatu proses penaklukan politik yang terus-menerus atas masyarakat-masyarakat lainnya. Proses ini menyebabkan terus-berubahnya batas politik selama ribuan tahun lampau dan jika ini terjadi, banyak kelompok yang tadinya otonom telah tercakup sebagai minoritas di dalam masyarakat yang lebih besar. Tetapi jika penakluk-an politik merupakan faktor utama yang menjurus kepada terbentuknya minoritas, maka hal itu bukan satu-satunya faktor. Ada berbagai tipe minoritas yang terbentuk melalui imigrasi, baik karena terpaksa ataupun secara sukarela. Melalui proses penaklukan politik dan imigrasi terpaksa atau sukarela, kelompok-kelomp ok minoritas dariberbagai tipe memang ada dalam semua masyarakat modern yang kompleks. Memang sebagaimana diulas oleh Anthony Smith (1981: 9-10):

Kenyataan bahwa sedikit saja negara di dunia ini yang homogen secara etnik, dan banyak dari negara-negara itu yang jelas polietnik dalam komposisinya. Menurut Walker Connor, dari 132 negara merdeka dalam tahun 1971, hanya 12 yang homogen secara etnis, yang menunjukkan 9,1 persen dari totalnya, sementara 25 lainnya (atau 18,9 persen) mempunyai komunitas etnik tunggal yang adalah lebih dari 90 persen dari penduduk negara. Yang 25 selanjutnya mempunyai suatu komunitas etnik tunggal yang adalah 75-90 persen dari penduduk dan 31 mempunyai suatu komunitas etnik yang merupakan 50-74 persen dari penduduk negara. Di pihak lain, di 39 negara (atau 29,5 persen), kelompok etnik yang terbesar merupakan kurang dari 50 persen dari penduduk; sementara 53 negara (40,2 persen) penduduknya terbagi ke dalam lebih dari lima kelompok yang penting.

Filed under : Bikers Pintar,